HARIANTERBIT.CO – Masih ingat dialog alm Enthus Susmono dengan Sinden Megan dari Amerika? Enthus sebagai dalang mengatakan kalau bahasa khas daerah di mana ia sedsng mendalang saat itu adalah ” pekok “. Megan sebagai sinden dari amerika bertanya : apa arti kata pekok itu pak dalang ? Enthus dengan spontan menjawab :” cerdas “.
Semua penonton sontak tertawa terbahak bahak. Megan kembalk bertanya : kenapa mereka pada tertawa pak dalang “. Enthus menjawab :” karena mereka cerdas cerdas “. Megan menjawab : ” wah pak dalang pekok sekali “. Kisah ini mengingatkan pada lukisan Fransisco de Goya tentang keluarga Kerajaan yang berjudul ” Charles V Family “.
Lukisan cat minyak di atas kanvas ukuran 280 x 336 cm yang dilukis dari Mei 1880 sd Desember 1881. Lukisan itu tersimpan di Musium Del Padro Spanyol. Fransisko de Goya melukiskan wajah keluatga kerajaan dari raja sampai anak anak bayinya dalam wajah yang tersirat pekok.
Tatkala kecanduan sesuatu kecerdasan hikang? Mungkin saja demikian bisa terjadi. Kecanduan kekuasaan, jabatan, harta, tahta, wanita juga bisa menjadi pekok. Dalam sumpah biasanya berlandasankan kejujuran, kebenaran dan keadilan. Namun tatkala ditambah i maka yabg terjadi kepekokan. Landasannya menjadi tipu tipu dan yang disampaikan kepekokan kepekokan semua. Karena takut atau terncam.
Kalau kita ingat kembali kisah rsja gila pakaian yang kejam. Tatkala ditipu penjahit yang mengaku sakti dan karyanya hanya bisa dilihat oleh orang yang cerdik pandai dan bijaksana maka semua mengamini keindahannya walau tidak melihat apa apa.
Sampai sang rajapun dengan bangga pawai dengan telanjang. Baru setelah ada anak kecil digendongan ibunya berteriak :” ibu raja kita pekok ya, tidak malu pawai demgan telanjang”. Baru semua tersadar kalau ditipu. Raja yang pekok biasanya tidak bisa menerima saran. Semua pokok e walau yang mengikuti jadi pekok semua.
Seperti punggawa raja gila pakaian tadi semua memuji muji karena takut dihukum takut mengingatkan. Ikut pekok pekokan yang penting aman selamat dan kebagian. Seraut wajah pekok pekokan tidak bisa mengelabuhi anak kecil yang jujur akan kebenaran. Ia berani lantang menunjukan kepekokan yang membuat semua orang ikut pekok.
Tatkala kaum safety player pasti rela dipekoki dan bangga untuk jadi pekok. Seremonialan, superfisialan tatkala hanya topeng maka sebenarnya saling pekok pekokan yang datang pekok dengan bangga dsn membanggakan kepekokan, yang dikunjungi pekok demgan menyajikan kepekokan.(CDL) Puanase puol 090822



