RJ Lino, mantan dirut Pelindo II didakwa bersalah oleh KPK dalam kasus korupsi pengadaan tiga Quayside Container Crane (QCC).

KPK YAKIN MANTAN DIRUT PELINDO II RJ LINO BERSALAH TERLIBAT KORUPSI

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II Richard Joost Lino (RJ Lino) kini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Pihak KPK yakin RJ Lino bersalah di kasus korupsi pengadaan tiga Quayside Container Crane (QCC).

KPK percaya majelis hakim bakal memutus bersalah RJ Lino sesuai dengan dakwaan tim jaksa. Hal itu diungkapkan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menanggapi kesaksian meringankan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil ketika jadi saksi perkara dugaan korupsi yang menjerat RJ Lino, Rabu (3/11/2021).

“KPK yakin dakwaan tim jaksa akan terbukti dan majelis hakim tidak terpengaruh independensinya untuk memutus bersalah menurut hukum atas diri terdakwa RJ Lino,” kata Ali Fikri, Kamis (4/11/2021).

Ali mengaku telah mendapat laporan dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK ihwal kesaksian Sofyan Djalil pada persidangan kemarin.

Kesaksian Sofyan Djalil pada sidang justru dianggap menguatkan dakwaan tim jaksa. Sebab, Sofyan Djalil menyatakan, pengadaan barang dan jasa di PT Pelindo II terikat aturan.

“Saksi menerangkan, pengadaan barang dan jasa di BUMN terikat aturan dan penunjukan langsung memang dapat dilakukan dalam pengadaan barang dan jasa,” ujar Ali Fikri.

RJ Lino didakwa oleh tim jaksa KPK telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan suatu perusahaan bernama Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co. Ltd. (HDHM) Tiongkok hingga mencapai 1,9 Juta dolar AS. Perbuatan melawan hukum tersebut dengan cara mengintervensi pengadaan tiga unit QCC.

Intervensi tersebut dilakukan bersama-sama dengan dengan Ferialdy Norlan selaku direktur operasi dan teknik PT Pelindo II dan Weng Yaogen selaku chairman Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co. Ltd. (HDHM) pada 21 Oktober 2011. Perbuatan RJ Lino yang mengintervensi pengadaan 3 unit Twin lift Quay Container Crane berikut pemeliharaannya merupakan perbuatan yang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya.

Atas ulahnya, RJ Lino didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (*/omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.