Polisi memeriksa mayat ibu dan anaknya yang ditemukan dalam mobil di garasi rumahnya.

KASUS PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK, ICK MINTA KAPOLRI EVALUASI KAPOLRES SUBANG

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Sudah satu bulan lebih satu hari peristiwa pembunuhan ibu dan anak yang mayatnya ditemukan dalam bagasi mobil mewah Alphard di rumahnya. Korban Tuti Suhartini (55) dan putrinya Amalia Mustika Ratu (23) saat ditemukan tidak berbusana di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada 18 Agustus 2021.

Kedua sosok mayat ibu dan anaknya ditemukan oleh suami korban yang baru pulang yang kondisi rumah yang sudah berantakan. Hingga saat ini, Minggu (19/9/2021) kasusnya belum juga terungkap. Karenanya, Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) meminta Kapolri Jenderal Polisi Sulistyo Sigit Prabowo segera memerintahkan Kapolda Jawa Barat Irjenpol Ahmad Dofiri mengevaluasi Kapolres Subang AKBP Sumarni yang dilantik pada 6 Agustus 2021.

“Kapolri harus perintahkan Kapolda Jawa Barat untuk mengevaluasi Kapolres Subang. ICK menilai kasus pembunuhan ini sangat menyita perhatian masyarakat luas dan bisa menggangu kamtibmas. Namun sudah satu bulan lebih sehari belum bisa diungkap, apalagi menangkap pelakunya,” kata Ketua Presidium ICK Gardi Gazarin SH dalam siaran persnya, Minggu (19/9/2021).

Sebab, menurut Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) periode 2014-2016, semakin lama kasus ini tidak terungkap, semakin kabur motif dan latar belakang peristiwa pembunuhan yang menggemparkan itu. “Lebih ironisnya, pelaku juga semakin sulit ditangkap,” kata Gardi Gazarin.

Agar kasus ini tidak kabur, sebaiknya Kapolri mengganti posisi Kapolres Subang dengan perwira Polri yang memiliki latar belakang dan profesional menangani kasus kriminal.

“Sangat sulit bagi Kapolri untuk mendapat dukungan presisi bila penempatan anggota tidak pada profesionalitas yang dimiliki anggotanya. Presesi Kapolri ingin didukung jajarannya, tapi tidak menempatkan anggotanya sesuai kemampuan dan profesional, bagaimana mungkin untuk mendapatkan dukungan masyarakat bila hal seperti peristiwa pembunuhan di Subang ini saja tidak terungkap sudah lebih satu bulan,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Subang mengaku sudah mengantongi identitas pembunuh. Polisi juga menyatakan pelaku ikut menonton saat petugas melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Kapolres Subang AKBP Sumarni menjelaskan, jajarannya sudah menemukan titik terang dalam kasus terbunuhnya ibu dan anak. “Nyatanya, hingga hari ini, kasus pembunuhan ibu dan anak belum juga terungkap,” tegas Gardi Gazarin.

Gardi Gazarin yang merupakan wartawan senior di media masa Ibu Kota mensinyalir adanya kesalahan awal penyidikan yang dilakukan Polres Subang. “Kalau awal penyidikan sudah salah, maka penyidikan selanjutnya akan kabur. Bahkan tidak akan terungkap,” tuturnya.

Bila hal itu terjadi, lanjut Gardi Gazarin, penyidikan selanjutnya akan lebih fatal, yakni terjadinya penangkapan pelaku yang bukan sebenarnya. Gardi mengingatkan, agar Polri belajar dari kasus salah tangkap yang pernah terjadi pada tahun 2013. Di mana, anak-anak pengamen Cipulir, Jakarta Selatan, yakni Fikri (17), Fatahillah (12), Ucok (13), Pau (16) ditangkap oleh Unit Jatanras Polda Metro Jaya pada Juli 2013 dengan tuduhan membunuh sesama pengamen anak bermotif berebut lapak mengamen. Tanpa bukti yang sah secara hukum mereka kemudian ditangkap dan dipaksa mengaku dengan cara disiksa selama berada di dalam tahanan kepolisian.

Belakangan terbukti bahwa korban bukanlah pengamen dan mereka bukanlah pembunuh korban. Setelah melalui persidangan berliku dan diwarnai salah putusan, mereka kemudian dinyatakan tidak bersalah oleh Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 131 PK/Pid.Sus/2016. Total, mereka sudah mendekam di penjara selama tiga tahun atas perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan.

“ICK perlu ingatkan Kapolri, agar kasus salah tangkap yang pernah terjadi di Polda Metro Jaya tidak terulang di Polres Subang. Sebaiknya Kapolri segera melakukan evaluasi penempatan anggota sesuai kemampuan dan profesionalitasnya, agar presisi Kapolri dapat berjalan dan mendapat dukungan masyarakat,” tutup Gardi Gazarin. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *