SENI: IMAJI MENELUSURI LORONG-LORONG JIWA

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Seni tatkala dipahami sbg dialog atau imaji dengan imajinasi maka akan ada suatu penelusuran atas lorong lorong jiwa secara surealis. Simbol simbol yang disampaikanpun sarat makna dibalik fenomena. Dari yang kartunal, karikatural, satir secara lembut hingga sarkas.

Pengungkapan karya jiwa memerlukan kepekaan atau frekwensi sama untuk dpt memahami. Seni memerdekakan. Bung karno sbg bapa bangsa sadar betul bahwa bangsa yang merdeka dituntut cerdas dan memiliki peradaban tinggi agar bangsa dan negaranya dapat bertahan hidup tumbuh dan berkembang.

Seni pada jaman renesain sering dikaitkan dengan pencerahan religius. Kita dapat melihat karya Leonardo da Vinci, karya karya Michelangelo, karya karya Raphaelo Santi yg berada di gereja gereja. Kaitan antara gereja dengan seni berkembang memberi cahaya baru cara pandang atas pemaknaan atau penafsiran kitab suci melalui karya karya seni. Seni juga unutk penguasa, dan kekuasaan.

Seni dari masa lampau dalam makam raja raja, seperti makan raja raja meeir kuno pada piramid, makam kaisar shi huang tie dg pasukan terakotanya. Dari tradisi adat tata cara ritual seni menjadi jembatan. Seni di era modern sarat dengan pembebasan dari figur hingga teknik bahkan memebebaskan materi ruang dan waktu.

Seni lebih ditujukan untuk kemanusiaan, pembelaan thd kaum marginal, kritik thd yg berkuasa dan para penguasanya. Satir atas ketidak adilan, korupsi, kebodohan. Seni tdk lagi sebatas pemujaan atau menyenang nyenangkan. Seni bukan lagi berada di menara gading.

Seni bisa saja tidak indah bahkan mengerikan atau hal hal yg tdk lazim. Namun di balik itu ada pesan moral ada pembelaan atas kemanusiaan. Seni modern tdk lagi dibelenggu standar2 material bahkan scr dogitalpun dpt dilakukan. Andy wahrol mempelopori pop art pengembangan seni grafis hingga digital art sekarang ini terus berkembang.

Seni abstrak dg mix media yg minimalispun dpt diterima. Karya piet mondrian misalnya dlm garis dan warna warna primer. Karya einselm keiver yg kadang juga ekstrim dalam ukuran maupun materialnya mjd sesuatu yg dpt mjd kontemplasi. Karya patung Augus Rodin yg sarat makna dan perlu permenungan.

Karya Pablo Picasso yg kubistik, karya Salvador Dali yg surealis, karya Honore Dumaier yg sarat dg satir atas politik, hidup dan kehidupan. Banyak karya karya seni lainnya yg memerlukan perenungan dan penelusuran lorong2 jiwa. Lagu Bohemian Rapsodi misalnya sarat dg ikon yg dilantunkan dalam nada suara mix antara pop dg model symphoni.

Tari bedoyo ketawang yg merefleksikan atas kekuatan kekuasaan dan kelembutan seorang raja yg sarat makna magis bahkan mistis yg memiliki kekuatan jiwa dari pencipta penari hingga penikmatnya. Karya karya sastra pun demikian pemilihan kata atau diksi dan cara meramu memrangkai dalam penjabaran atas semiotika dalam kata memerlukan kekuatan perenungan unyuk pemahamannya.

Sang Nabi karya Kahlil Gibran, Sang Alkemis karya Paulo Choelio, syair2 karya Chairil Anwar, sajak sajak Rendra, cerpen karya Budi Dharma, puisi karya Sapardi Djoko Damono hingga Joko pinurbo menunjukkan seni yg mengajak penikmatnya berimajinasi menelusuri lorong2 jiwa.

Karya karya Pramudia Anantatoer dalam tetra logi pulau Buru sarat makna simbol peradaban atas jiwa manusia dan kemenusiaan. Masih banyak lagi analogi atas seni sebagai refleksi karya jiwa dan jiwa dalam karya. Seni tidakbsebatas yg halus tertib dan berada di kasta tinggi.

Dalam masyarakat kebanyakkanpun tumbuh seni walaupun dlm dolanan atau lagu2 yg sedikit saru. Seni itu manusia dalam hidup dan kehidupannya ygbdemgan imaji serta imajinasi dapat ditelusuri dan dinikmati lorong2 jiwanya.(CDL) Jakarta 4 april 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *