RINDU MAJALAH HAI

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Majalah hai pada th 1979 sd 1985 menjadi majalah idaman saya. Sejak SD kelas 6 sampai kelas 3 SMA terus mengikutinya, walauoun belum pernah langganan atau membeli majalah baru. Selalu saja bekas atau lawasan yang saya dapatkan. Harap maklum masa itu membeli majalah eceran apalagi langganan majalah merupakan suatu kemewahan.

Yang saya tunggu dari setiap penerbitan majalah hai adalah komiknya, ilustrasinya, cerita2nya. Semua membuat saya merasa tercerahkan. Melihat komik : Trigan, Arad ran Maya, Yoko Tsuno, Steven Serijn, komik mahabarata karya Ratmoyo. Kadang ada sisipan komik karya: Jan Minta Raga, Ganes TH, Teguh Santosa, Wid Ns, Hasmi dll. Ada coki pelukis cepat juga cerita2 lainya.

Membaca komik cepat dan selalu mengharapkan dapat membaca kelanjutannya. Harus bersabar kadang terputus kadang malah tdk dapat sambungannya. Namun hati sudah terhibur. Karya karya ilustrator majalah haipun membuat saya terhibur karena kepiawainnya spt karya : wedha abdul rosyid, kochis, ardus m sawega, Dwi koen dll.

Karya ikustrasi yg realis melankolis juga kartun2nya membuat literasi dan imajinasi dpt membangkitkan semangat mengambar. Saat itu saya memang hobbynya menggambar. Membacapun setelah tertarik dari gambarnya. Gambar yang menarik akan membawa keinginan saya mendalami dan membacanya.

Tokoh2 cerita ala detektif dan cerita2 remaja karya Arswendo Atmowiloto mendominasi spt : imung, lupus, kiki dan komplotannya, keluarga cemara. Semua terbaca bukan dr ceritanya ttp dr ilustrasinya. Gambar menginspirasi dan mendorong hasrat mendalami. Komik karya Don Lawrence sangat mengesankan buat saya karena cerita kepahlawanan, patriotisme dan juga kaitan antara tradisi dan kemajuan teknologi saling mendukung.

Belum lagi ditambah dg berbagai hal yg secara teknis menggambar realisnya nyaris sempurna. Komik arad dan maya yg menceritakan petualangan sepasang remaja dari planet mytica dg berbagai pengalaman unik menarik semua membangkitkan daya imajinasi untuk dpt berkembang dalam bernagai imaji. Komik barat mengedepankan rasionalitas, logika, visioner dan juga teknologi.

Kisah kisahnya mengembangkan imajinasi yg bukan sekedar fantasi melainkan logika visioner. Cerita arad dan maya secara kartunal sangat menarik ditambah cerita yg menggqmbarkan masa depan mungkin ribuan th ke depan di galaxy berbeda. Di situ scr kartunal hal hal lucu yg menjungkirbalikkan fakta juga digambarkan.

Cerita petualangan steven severijn yg terpisah dari ibu dan saudara perempuannya saat akan migrasi ke Amerika membuat steven menjadi petualang di bbrp negara termasuk china boeneo batavia siberia dsb. Komik dalam negeri karya para Maestro komik Indonesia menampilkan cerita pewayangan, silat, perjuangan, roman remaja.

Yang sama sama membangkitkan daya imajinasi bagi saya untuk tidak sebatas satau atau dua sudut saja melainkan banyak cabang dan banyak hal yg dpt menjadi pengetahuan. Saat itu komik cerpen dianggap kurang mencerdaskan bahkan dianggap tidak berkaitan dg mata pelajaran.

Kebanyakkan orang tua pd masa itu menganggap matematika segalanya. Pelajaran paling top matematika walaupun tdk dipahami hanya dihafalkan juga. Pemahamanan atas rumus dan esensi dasarnya tdk didapatkan. Dan matematika saking dipujanya malah menjadi momok dan dihindari walau harapan orang tua dan guru sekalipun sptnya cenderung pd matematika.

Siapa yg pandai di bidang matematika dianggap yg paling cerdas dan top. Kembali ke komik,cerita cerita dan ilustrasi pd majalah hai menurut saya mendukung proses belajar anak anak, karena ada kecintaan membaca dan berimajinasi. Bukan sekedar menghafal atau membebek kata guru. Pada waktu itu memiliki pendapat berbeda atau cara pandang berbeda pasti di cela dan dibully dr teman teman bahkan kadang gurunyapun ikutan.

Pola belajar yg mendasarkan menghafal akan beku buntu bahkan mati imajinasinya. Dalam hal tertentu dapt saja baik mungkin sebatas itu saja, tiada lagi daya nalar atau keberanian memikirkan atau berpikir di luar main stream. Majalah hai waktu itu memang menjadi bacaan keluarga menengah ke atas, keluarga keluarga kebanyakkan memang belum mampu bahkan suatu kemewahan.

Namun sebemarnya masih ada solusi untuk mencarinya di loakan, taman bacaan, atau meminjam teman yang mampu. Usaha mencari majalah hai bukan perkara gampang, harus berani malu dan bersahabat dg yg mampu, menyisihkan uang saku untuk dpt beli di loakan atau pinjam di taman bacaan. Rindu masa lalu merupakan nostalgia menjelajahi waktu yang telah berlalu untuk menjadi suatu kenangan indah dalam imajinasi dahulu kini dan masa datang.(CDL) Jakarta 7 maret 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *