Webinar "Kampus Bicara Bola" membahas payung hukum bagi suporter sepak bola Indonesia yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang bekerja sama dengan Paguyuban Suporter Timnas Indonesia, Jumat (30/1/2021).

AKADEMISI DUKUNG PEMBUATAN PAYUNG HUKUM SUPORTER SEPAK BOLA INDONESIA

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Berbagai kalangan merasa sudah saatnya payung hukum bagi suporter dibuat untuk adanya jaminan keamanan dan kenyamanan bagi suporter dalam menyaksikan pertandingan olahraga.

Hal ini terungkap dalam Webinar “Kampus Bicara Bola” yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta yang bekerja sama dengan Paguyuban Suporter Timnas Indonesia, Jumat (29/1/2021), di Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT.co.

Sebagai organisasi yang berjuang membuat payung hukum bagi suporter, Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) meyakini pentingnya hal tersebut untuk melindungi hak-hak suporter Indonesia karena selama ini suporter hanya dianggap objek dari olahraga.

“Selama ini suporter hanya sebagai objek yang diambil keuntungannya saja, namun kalau ada kejadian yang menyebabkan korban jiwa, suporter yang disalahkan. Untuk itu butuh payung hukum yang mengatur tentang hal tersebut, termasuk memaksa seluruh stake holder melakukan edukasi hingga akar rumput agar suporter memiliki kesamaan persepsi bahwa ada hal yang lebih besar dari rivalitas bahkan dari sepak bola yakni kemanusiaan,” kata Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro.

Dukungan kepada pembuatan payung hukum bagi suporter hadir dari akademisi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan UTA’45 Jakarta Rudyono Darsono mengatakan, suporter tidak bisa dipisahkan dari sepak bola terutama di Indonesia yang sangat fanatik.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat mengikuti webinar ‘Kampus Bicara Bola’ yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta.

“Suporter bola di Indonesia terkenal fanatik, untuk itu kita harus berkaca pada negara-negara yang sepak bolanya sudah maju bagaimana mereka memberlakukan suporternya. Saya rasa payung hukum tersebut sudah harus dibuat,” tegasnya.

Warek II UTA’45 Jakarta Brian Matthew juga memberi dukungan dibentuknya payung hukum suporter tersebut agar suporter Indonesia semakin dewasa menghadapi situasi apa pun.

“Payung hukum bagi suporter sangat penting untuk melindungi hak suporter. Contohnya bagaimana mengatur suporter jika liga Indonesia bergulir kembali di masa pandemi,” ungkap Brian.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, untuk suporter telah masuk ke draf revisi Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional meskipun masih ada perbedaan persepsi dikalangan anggota dewan dalam pembahasannya.

“Saya pribadi adalah pendukung masalah suporter dimasukkan ke dalam bab Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional, karena suporter adalah bagian penting dalam olahraga, untuk itu saya mengajak PSTI dan elemen lain untuk mengawal pembahasannya di dewan,” tegas Sayaiful Huda.

Sementara itu Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, mengatakan saat ini PSSI telah membentuk divisi suporter untuk pemberdayaan suporter dan masalah payung hukum tersebut akan digodok di sana.

“Kami telah membentuk divisi suporter yang dipimpin oleh Budiman Dalimunte. Karena kami menganggap suporter ini adalah masalah serius, dan segala sesuatunya akan dibicarakan di sana,” katanya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *