Henry Indraguna.

BUKU PEDOMAN BAGI ADVOKAT SAAT MENANGANI PERKARA KORUPSI

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Ketika seorang advokat (officium nobile) menangani sebuah perkara tindak pidana korupsi di tingkat pengadilan, terkadang mengalami kesulitan untuk mencari referensi hukum yang tepat terkait tafsir pasal tindak pidana korupsi. Apakah itu referensi bersumber dari peraturan perundang-undangan, putusan-putusan Hoge Raad, surat edaran Mahkamah Agung (MA), konstitusi, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHPidana) dan buku lainnya.

Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) Henry Indraguna membuat suatu karya yang bermanfaat. Henry menulis buku berjudul “Memahami Tafsir Pasal Tindak Pidana Korupsi” (Kaidah-Kaidah Hukum dan Doktrin-Doktrin).

“Saya bangga bisa memiliki profesi mulia sebagai advokat. Ide penulisan buku berawal ketika saya sedang menangani suatu perkara tindakan pidana korupsi,” ujar Henry, Jumat (8/1/2021).

Dia menyadari, tidak semua orang yang memiliki profesi sebagai advokat (officium) memiliki kesempatan untuk menangani suatu perkara tindak pidana korupsi ditingkat pengadilan.

Menurut Henry, Ketika seorang advokat memiliki kesempatan untuk menangani suatu perkara tindak pidana korupsi di tingkat pengadilan, terkadang seorang advokat itu sering mengalami kesulitan. Khususnya untuk mencari referensi-referensi hukum yang tepat dan relevan guna melakukan pembelaan secara maksimal terhadap klien.

Atas dasar itu, Henry kemudian mencoba mengumpulkan beberapa referensi-referensi hukum terkait “Tafsir Pasal Tindak Pidana Korupsi” dari berbagai sumber referensi.

Henry bermaksud untuk berbagi ilmu pengetahuan dengan semua orang yang memiliki profesi yang mulia khususnya advokat. Bukan hanya itu, para penegak hukum lainnya maupun masyarakat luas umumnya.

Harapan Henry, ke depan setelah memahami “Tafsir Pasal Tindak Pidana Korupsi” dimaksud, tindak pidana korupsi semakin hari semakin sedikit dan bukan malah semakin hari semakin meningkat.

Henry menyampaikan isi buku yang ditulisnya dengan maksud berbagi ilmu pengetahuan. “Buku ini merupakan buku yang sangat penting untuk dijadikan acuan ataupun pedoman baik para penegak hukum, akademisi, praktisi, mahasiswa serta masyarakat,” ujarnya. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *