Kabaharkam Komjen Agus Adriyanto memeriksa barang bukti bom ikan

KABAHARKAM PIMPIN PENGUNGKAPAN PENYIMPANAN 16 TON BOM IKAN

Posted on

HARIANTERBIT.CO–Polri berhasil mengungkap penyimpanan dan kepemilikan bahan pembuat bom ikan di Bangkalan, Madura dan Surabaya, Jawa Timur. Terungkapnya kasus ini hasil kerjasama tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Polres Bangkalan.

Sebuah rumah di Jalan Raya Bilaporah, Desa Socah, Bangkalan dijadikan gudang penyimpanan bahan berbahaya itu. Selain menyita sejumlah barang bukti 2,4 ton bahan pembuatan bom ikan, Polri juga mengamankan seorang tersangka diduga sebagai pemiliknya.

Kabaharkam Komjen Agus Andrianto mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat. “Tim gabungan mengamankan satu orang tersangka berinisial MB. Barang bukti bom rakitan dan bahan 2,4 ton potasium chlorate,” kata Komjen Agus Andrianto di Ditpolairud Polda Jawa Timur, Senin (28/12/2020).

Awalnya menurut Agus, pada Kamis (17/12) pihaknya mendapat informasi adanya tempat perakitan bom ikan di sebuah rumah di Bangkalan. Pada Rabu (23/12/2020), tim gabungan melakukan penggerebekan. Dalam pemeriksaan tersangka MB mengaku mendapatkan bom dan bahan perakit bom dari sebuah perusahaan di Surabaya.

Setelah dikembangkan lanjut Komjen Agus, tim gabungan akhirnya menggerebek gudang penyimpanan potasium chlorate dan sodium chlorate di sebuah gudang di Jalan Margomulyo Permai yang diketahui milik PT DTMK Surabaya, Jawa Timur.

Dari gudang tersebut, pihaknya mengamankan 13,9 ton potasium chlorate dan sodium chlorate. Kata Komjen Agus lagi, semua barang bukti kini telah disita termasuk selongsong detonator, sumbu dan barang bukti lainnya.

Selain itu, tim gabungan juga menemukan barang bukti narkoba yang digunakan tersangka MB. “Diduga tersangka mengkonsumsi narkoba saat merakit bom itu,” ujar Komjen Agus Adriyanto.

Keseluruhan barang bukti yang diamankan, yakni 470 karung ukuran 25 kilogram potasium chlorate atau sebanyak sebanyak 11.750 Kg, 185 karung ukuran 25 kg sodium perchlorate atau sebanyak 4.625 kg, 1 kg belerang, potasium nitrat sebanyak 20 kg, 1.027 butir selongsong detonator, 5 kg bubuk sumbu dan 1,5 kg bubuk peledak.

Barang bukti lain, belerang bahan detonator sebanyak 5,5 kg, bahan bumbu peledak setengah jadi sebanyak 6 kg, 1 set pencetak sumbu, 60 meter sumbu peledak warna putih, 50 meter selang bahan sumbu warna hitam, 2 roll sepanjang 200 meter kertas bahan pembungkus sumbu, 34 rol bahan sumbu, 1 unit handphone, 2 nomor rekening, sabu seberat 0,28 gram dan alat isap sabu.

Polri menjerat tersangka MB dijerat pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951. Pasal 122 Undang-Undang No 22 tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan dan Pasal 127 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2008 tentang narkotika Jo Pasal 55, 56 KUHPidana.(Omi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *