KASUS

KUASA HUKUM: KETERANGAN SAKSI AHLI, JOHN KEI TAK BERBUAT PIDANA

HARIANTERBIT.CO – John Refra alias John Kei disebut tak berbuat pidana. Hal ini berdasarkan keterangan saksi ahli, yang dihadirkan dalam persidangan, Kamis (19/11/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

“Saksi ahli bahasa Prof Wahyu mengatakan, bahwa masalah pernyataan yang dilontarkan John Kei, ‘pengkhianat harus mati’, karena karakternya tidak bagus itu, bahwa ahli berpendapat yang mati bukan orangnya. Tapi bisa saja karakternya yang dimatikan, karena sifatnya kurang bagus,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum John Kei, Anton Sudanto, usai sidang.

Tidak adanya tindak pidana dari apa yang disampaikan John Kei, juga disampaikan saksi ahli pidana yaitu Dr Efendi Saragih SH, MH.

“Beliau berpendapat jika suatu perintah dari klien untuk menagih utang, sesuai surat kuasa, itu adalah ranah perdata,” ujarnya.

Jadi kuasa hukum tidak bisa diminta pertanggungjawaban pidana. Tapi yang dipidana orang yang berbuat, atau pelaku. Atas itu Anton menyimpulkan, berdasarkan keterangan kedua saksi ahli tak ada tindak pidana yang dilakukan John Kei.

“Jadi tudingan John Kei berbuat pidana itu terbantahkan. Ini fakta persidangan, sesuai keterangan saksi ahli,” ungkap Anton, dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT.co.

Lebih lanjut, dalam kesempatan itu pihak kuasa hukum John Kei sempat meminta kepada majelis hakim agar saksi dihadirkan secara langsung di persidangan, bukan secara virtual. Tujuannya untuk mengetahui gerak-gerik saksi, sehingga bisa memastikan ucapannya benar atau tidak. Namun majelis hakim menolak.

“Tapi ketua majelis hakim sidang terdahulu langsung membacakan dasar persidangan, sesuai SEMA Nomor 1 Tahun 2020, yang menyebutkan persidangan perkara pidana dilaksanakan secara online (virtual-red),” tandas advokat yang dijuluki ‘monster persidangan’, Anton Sudanto.

Sidang pun akhirnya ditunda. Adapun pada sidang selanjutnya, diagendakan pemeriksaan para terdakwa. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *