POLRI

BARESKRIM PANGGIL TERSANGKA MANTAN DANJEN KOPASSUS UNTUK KEPASTIAN HUKUM

HARIANTERBIT.CO – Setelah sekian lama terdiam, kasus kepemilikan senjata api dengan tersangka mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko kini mencuat lagi ke permukaan. Alasan Mabes Polri membuka kemabali untuk memberikan kepastian hukum kepada tersangka Soenarko.

Penyidik Bareskrim Polri pada Jumat (16/10/2020) memanggil Soenarko untuk dimintai keterangan. Namun mantan orang nomor satu di Kopassus itu gagal memenuhi panggilan Polri karena kondisi kesehatannya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, pemanggilan Soenarko guna memberi kepastian hukum karena dia berstatus sebagai tersangka. “Seperti disampaikan Dirtipidum, pemanggilan tersangka untuk kepastian hukum,” kata Brigjen Awi, Sabtu (17/10/2020).

Pemanggilan ini menurut Awi hanya sebatas pada tataran pemeriksaan saja. Sebab, ada materi penyidikan yang masih kurang dan perlu ada pemeriksaan tambahan terhadap Soenarko.

Sejauh ini penyidik kini hanya tinggal pemeriksaan tersangka Soenarko yang belum tuntas. “Penyidik memanggil kembali yang bersangkutan,” tegasnya.

Rencananya Soenarko akan diperiksa sebagai tersangka pada Jumat (16/10/2020). Namun Soenarko tidak bisa memenuhi panggilan polisi karena kondisi kesehatan yang tidak sehat dan harus cek ke rumah sakit.

Melalui kuasa hukumnya tersangka Soenarko meminta pemeriksaan dijadwalkan ulang. “Maklum usia beliau sudah 67 tahun, harus rajin check up ke rumah sakit. Kami minta dijadwal ulang,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum Soenarko Ferry Firman Nurwahyu.

Dijelaskan, kliennya dipanggil kembali oleh penyidik Polri atas tuduhan kasus perkara setahun lalu terkait tuduhan kepemilikan senjata ilegal. Kata Ferry bahwa kasus yang membelit Soenarko selama ini digantung untuk kepentingan hukum yang tidak jelas.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap manta Danjen Kopassus Soenarko.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menyatakan, pemanggilan dan rencana pemeriksaan terhadap Soenarko semata-mata dilakukan untuk memberikan kepastian hukum kepada Soenarko yang telah berstatus tersangka.

Apabila berkas pemeriksaan terhadap tersangka Soenarko telah lengkap, penyidik Bareskrim Polri segera menyerahkan kasusnya ke kejaksaan untuk disidangkan.

Soenarko ditetapkan sebagai tersangka pada 2019 atas diduga terlibat penyelundupan senjata api ilegal dari Aceh. Kasus yang menjerat Soenarko harus berutusan dengan hukum bermula dari laporan Humisar Sahala pada 20 Mei 2019 lalu. Dalam laporan bernomor LP/B/0489/V/2019/Bareskrim, Soenarko dituduh melakukan tindakan makar.

Setelah kasusnya disidik Bareskrim Polri, Soenarko saat itu sempat ditahan di Rumah Tahanan Militer Guntur, Jakarta Selatan. Namun Soenarko dibebaskan atas permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan Mabes Polri.

Penangguhan penahanan atas Soenarko dijamin oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *