POLRI

SATU KELUARGA JADI SINDIKAT PEMODAL SEKALIGUS PENADAH MOTOR CURIAN

HARIANTERBIT.CO – Satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dua anak kandung serta satu anak angkat kompak jadi sindikat pencurian dan penadahan sepeda motor hasil kejahatan. Keluarga ini memesan dan memodali dua orang pemetik untuk mencuri sepeda motor sesuai pesanan.

Dalam bulan Agustus sampai September 2020, kelompok ini tercatat sudah sembilan kali beraksi di Jakarta, Bekasi dan Depok.

“Satu keluarga ini dibekuk aparat Ditreskrimum Polda Metro Jaya dari rumah mereka masing-masing di kawasan Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada 5 dan 6 September 2020 lalu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (9/9/2020).

“Ketujuh pelaku itu, S (42) alias Sumi dan suaminya L (45) alias Yo, dua anak kandung mereka AR (25) alias Adam dan Al (22) alias Aldi, serta seorang anak angkatnya D (22) alias Buluk, lalu MN (37) alias Tarmo dan AW (33) alias Andi. Para pelaku memiliki peran masing masing,” ujar Kombes Yusri.

Ditambahkan Yusri, tersangka S alias Sumi berperan menyuruh dua pelaku MN dan AW mencuri kendaraan roda dua, menerima hasil pencurian dan selanjutnya mencari pembeli. Tersangka L alias Yo, suami S, berperan mendanai dan mengetahui perbuatan penadahan.

“Tersangka AR alias Adam, anak kandung S dan L, berperan menyediakan alat kepada pemetik dan memodifikasi kendaraan hasil kejahatan. Tersangla AL alias Aldi, juga anak kandung S dan L, berperan mengganti rumah kunci seped motor yang rusak dan mengganti dengam plat nomor palsu,” lanjutnya.

“Sedang tersangka D alias Buluk, anak angkat S dan L, berperan menerima hasil dari pemetik dan mengantar ke pembeli. Tersangka MN alias Tarmo dan AW alias Andi, berperan mencuri sepeda motor atas perintah tersangka S, hasil curian dijual ke S Rp 2,4 juta,” tutur Kombes Yusri.

Lebih lanjut Yusri mengatakan, MN berperan sebagai pemetik dan AW sebagai joki. Mereka beraksi di tempat sepi di perumahan, ruko, kantor dan lainnya. Sebelumnya mereka keliling dulu untuk menentukan sasaran.

“MN sangat ahli dan cepat saat beraksi dan hanya dalam waktu kurang satu menit sudah berhasil merusak rumah kontak kunci sepeda motor dan menggasaknya. MN dan AW akan membawa motor curian ke tersangka pasutri S dan L serta keluarganya. Dalam sembian kali aksi, semua hasil curian ditadah oleh keluarga tersebut,” terangnya.

Dari setiap satu motor hasil curian, ujar Yusri, satu keluarga ini mengambil keuntungan mulai dari Rp700 Ribu sampai Rp1 Juta. Contohnya dari tiga kasus terakhir, kepada MN dan AW, yang menggasak motor curian, L membelinya seharga Rp2 Juta sampai Rp2,4 Juta. Kemudian motor dijual ke pembeli seharga Rp3 Juta sampai Rp3,1 Juta.

Dari tangan para tersangka, kata Yusri, pihaknya menyita sejumlah barang bukti diantaranya 7 buah rumah kunci sepeda motor, 7 plat nomor sepeda motor, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna putih biru, 1 unit sepeda motor Honda Supra X 125 R, 1 unit sepeda motor Honda Beat Street warna silver, rekaman video, dan peralatan membongkar bodi sepeda motor. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *