KASUS

TANGISAN ARTIS CANTIK KEKET PERMULUS JALAN REHABILITASI

HARIANTERBIT.CO – Artis Catherine Wilson atau biasa dipanggil Keket pekan lalu ditangkap penyidik Ditresnarkoba Polda Metro Jaya terkait kepemilikan dan mengonsumsi sabu. Barang bukti yang disita 1 gram lebih yang diduga sisa setelah dipakai.

Ketika digelar jumpa pers, di depan puluhan wartawan sambil menangis, Keket mengucapkan kata-kata ‘mutiara’ yang selalu diucapkan para artis yang ditangkap polisi akibat terjerat narkoba.

“Terima kasih pak polisi yang telah menyelamatkan saya dari jeratan narkoba. Saya mohon maaf kepada keluarga dan masyarakat atas perbuatan saya. Saya tidak tahu bagaimana nasib saya jika tidak ditangkap. Terima kasih pak polisi,” lirih Keket.

Kata-kata mutiara yang keluar dari mulut artis cantik itu cukup menyentuh perasaan pengambil keputusan. Buktinya Rabu (29/7/2020), Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta telah selesai melakukan asesmen terhadap artis Catherine Wilson. Hasilnya, artis cantik yang pernah dekat dengan putra penguasa Orde Baru, Tommy Soeharto, diputuskan menjalani rehabilitasi atas ketergantungan narkotika jenis sabu.

Kata-kata mutiara itu sudah tidak asing terdengar setiap kali ada artis yang ditangkap dalam kasus narkoba. Air mata yang keluar dari mata indah Keket dan artis lainnya yang pernah berurusan dengan narkoba telah mempermulus langkah dan usaha mereka dan pengacaranya untuk mendapatkan izin rehabilitasi.

Harus diakui, apa yang menjadi pemikiran masyarakat ketika membaca berita artis blasteran itu ditangkap, pasti ujung-ujungnya rehabilitasi. Prasangka negatif masyarakat sebelumnya, kini jadi kenyataan.

“Hari ini kita baru saja mendapat informasi dari teman-teman narkoba yang mengecek langsung hasil asesmen,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (29/7/2020).

Meskipun Catherine menjalani rehabilitasi, menurut Yusri, pihaknya tetap melanjutkan kasus pidana atas penyalahgunaan narkotika.

“Jadi dilakukan rehabilitasi ke yang bersangkutan tetapi proses kasusnya masih berjalan,” tegas Kombes Yusri.

Terkait berapa lama proses rehabilitasi, akan ditentukan dalam persidangan.

“Keputusan berapa lama rehab itu keputusan pengadilan. Kita tunggu saja nanti,” ujar Yusri.

Diketahui, Catherine ditangkap di kediamannya Jalan H Soleh, Ciganjur, Jakarta Selatan. Penangkapan dilakukan pada Jumat (17/7/2020), sekitar pukul 10.00 WIB.

Hasil penggeledahan di kediaman Catherine petugas menemukan dua paket diduga sabu. Masing-masing paket seberat 0,43 gram dan 0,66 gram totalnya 1 gram lebih.

Sementara Undang-Undang Narkotika secara tegas mengatakan, barang bukti sebanyak itu harus dihukum penjara, tetapi tidak untuk Keket. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *