KISRUH

KORBAN PENGEROYOKAN DIPANGGIL JADI TERSANGKA, DATANGI MABES POLRI

HARIANTERBIT.CO – Dewan Ekselutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DEN KSBSI) mendampingi korban Suprat Yono (62) dan Zainudin Leo Sinaga (47) sebagai Satpam, melapor ke polisi atas kejadian pengeroyokan yang dilakukan 50 orang yang menyatakan diri Gabungan Kelompok Tani Nagajaya.

Korban melapor ke Polsek Pantai Cermin Serdang Bedagai, Nomor: SP.Lidik/183/VI/2020/Reskrim, tanggal 1 Juni 2020.

“Kami kehabisan rasionalitas. 2 orang Satpam Yayasan Apindo Sumatera Utara (YASU) di Kabupaten Serdang Bedagai, menjadi korban pengeroyokan telah melapor di Polsek Serdang Bedagai,” ujar Saut Pangaribuan anggota LBH KSBSI di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Namun, pelaku pengeroyokan juga membuat laporan ke Polres Serdang Bedagai. Berdasar Laporan Polisi No. LP/188/VI/2020/SU/RES-SERGEI, tanggal 1 Juni 2020.

Kemudian berdasarkan tembusan Surat dari Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai Nomor: B/109/VII/2020/Reskrim, tanggal 8 Juli 2020 kedua anggota KSBSI itu diduga melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud pasal 351 ayat (1) KUHP.

“Ironisnya dalam 10 hari kemudian, pada tanggal 18 Juli 2020 Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai Nomor Sp.gl/263/VII/Reskrim dan Nomor Sp.gl/264/VII/2020/Reskrim, memanggil Suprat Yono dan Zainudin Leo Sinaga sebagai tersangka,” terang Saut Pangaribuan.

Atas kekhawatiran surat panggilan menjadi tersangka, kedua pelapor mendatangi Biro Warsidik Mabes Polri untuk meminta perlindungan hukum.

Selanjutnya kedua korban pengeroyokan mendatangi Pelayanan Pengaduan Divisi Propam untuk melaporkan adanya dugaan kriminalisasi korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *