DAERAH

BANSOS PEMPROV JABAR TERBENGKALAI, WALI KOTA DEPOK: DISTRIBUSI TANGGUNG JAWAB KANTOR POS

HARIANTERBIT.CO – Terkait bantuan sosial (bansos) yang terbengkalai hingga akhirnya dimusnahkan, pihak Pemerintah Kota Depok memberi tanggapan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok. Dalam tanggapan itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, bahwa tanggung jawab pendistribusian bansos tersebut merupakan tanggung jawab pihak Kantor Pos.

Dengan pernyataan Wali Kota Depok itu, secara tak langsung menimbulkan polemik tentang pemegang tanggung jawab terkait persoalan terbengkalainya bansos tersebut. Pasalnya, saat melakukan pemusnahan ratusan kilogram telur ayam yang busuk di Gedung Balai Rakyat, Sukmajaya, Depok, Minggu (28/6/2020), Kepala Kantor Pos Depok Diki Hendrawansah mengatakan, bahwa tanggung jawab pendistribusian bansos ada di tangan Pemerintah Kota Depok. Sementara dalam tanggapannya, Wali Kota Depok mengatakan bahwa pendistribusian bansos merupakan tanggung jawab pihak Kantor Pos Depok.

“Dengan demikian Kantor Pos yang bertanggung jawab terhadap pendistribusian bansos Provinsi Jawa Barat hingga ke penerima manfaat sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam informasi perkembangan Covid-19 Kota Depok.

Akan tetapi, lanjut Idris, pihaknya siap berkoordinasi jika ada kendala dalam pelaksanaan pendistribusian bansos.

“Jika ditemukan kendala dengan data penerima, Kantor Pos dapat juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Depok,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 300 kilogram telur ayam bansos Provinsi Jawa Barat yang telah membusuk dimusnahkan dengan cara dikubur di dalam lubang sedalam lebih dari satu meter di area Balai Rakyat, Sukmajaya, Depok. Pemusnahan telur itu dipinpin Kepala Kantor Pos Depok Diki Hendrawansah didampingi Dinas Sosial, Dinas Perdagangan dan TNI-Polri setempat pada Sabtu (27/6/2020).

Dalam kegiatan pemusnahan ratusan kilogram telur ayam tersebut, Diki menuturkan, bahwa Kantor Pos sebagai penyalur bantuan terpaksa memusnahkan telur-telur yang tidak layak ini atas perintah dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Jumlahnya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 300-an kilogram, ini hanya untuk Depok saja. Kalau untuk Jabar saya datanya kurang paham, karena masih berjalan di setiap kota dan kabupaten,” katanya di lokasi pemusnahan di area Balai Rakyat, Kecamatan Sukmajaya, Depok. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *