KISRUH

DIDUGA KORUPSI DONASI GEMPA, SEKRETARIS KWARDA PRAMUKA SULTENG DIPERIKSA LPK

HARIANTERBIT.CO – Selain Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah (Sulteng)Hutabri, Sekretaris Kwarda Gerakan Pramuka Sulteng Dr Muzakir Tawil alias Mute juga tak luput dari pemeriksaaan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarda Sulteng.

Sama halnya Hutabri, pemeriksaan Mute kali ini terkait dugaan penyalahgunaan donasi (sumbangan) untuk korban gempa, likuifaksi dan tsunami Palu, pada 28 September 2018 silam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, uang donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dari beberapa kwarda di Indonesia serta pihak lain yang prihatin terhadap bencana kemanusiaan dahsyat saat itu.

Sumber menyebutkan, total penggalangan dana ini ditaksir Rp1,5 miliar lebih, ditransfer langsung para donatur ke rekening Kwarda Sulteng, ditambah uang tunai kisaran Rp100 juta.

Sayangnya, alih-alih sampai ke tangan korban dan pengungsi, donasi kemanusiaan itu malah terindikasi disalahgunakan.

Mute diperiksa terkait kasus pengelolaan uang sekitar Rp 600-an juta.

Seperti diketahui, dalam manajemen organisasi, tugas dan fungsi sekretaris adalah menjalankan tugas administrasi, bukan mengelola uang organisasi, apalagi sampai mengendalikan seluruh isi kas kwarda.

Berdasarkan data yang ada, aliran dana Rp600-an juta yang dikelola Sekretaris Mute itu kabur, alias tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ada indikasi penyalurannya tidak hanya salah sasaran dan fiktif, tapi juga kuat dugaan banyak yang hilang.

Karuan saja, Mute yang dikonfirmasi pada Minggu (21/6/2020), di kantor kwarda oleh tim investigas MOI serta LSM terlihat gagap dan berbelit belit. Apa yang diutarakan tidak sesuai data dan fakta di lapangan.

Menariknya, sebelum memberikan keterangan, Dosen bergelar doktor ini, melalui WhastApp-nya membantah tidak ada mengunakan uang ‘Pramuka Peduli’, bansos dan sumbangan lainnya.

“Bila sampai dimasukkan di koran…, hati-hati kalau tidak sesuai fakta dan tidak valid datanya… dan merusak nama baik saya dan keluarga saya…. Saudara juga bersiap saya gugat,” tulisnya dalam medsos WhatSApp.

Nah, apakah data dan fakta lapangan itu bersesuaian atau sebaliknya tidak sama dengan apa yang dinyatakan Mute pada Minggu sore itu?

Yang pasti, sejumlah pengurus Kwarda Sulteng mengatakan, bila sikap Sekretaris Mute terus begitu, solusi terakhir biar kejaksaan yang bongkar. (tim)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *