KASUS

GMPK KEMBALI DESAK KEJAGUNG SEGERA LANJUTKAN PROSES HUKUM NOVEL BASWEDAN

HARIANTERBIT.CO – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI diminta segera melanjutkan proses hukum terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, dalam kaitan ‘kasus sarang burung walet’. Mengingat, peristiwa itu terjadi sejak lama, dan hingga kini dinilai tak ada kejelasan akan proses hukumnya.

“Novel seperti ‘superpower’ dan kebal hukum hingga tidak tersentuh. Novel diduga terkait dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Kasus tersebut berlangsung saat dirinya menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu,” kata Koordinator Lapangan Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan (GMPK) Katon, saat aksi di depan Gedung Kejagung RI, Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Adapun Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Nomor B-03/N.7.10/Ep.1/02/2016 yang dikeluarkan Kejaksaan Negeri Bengkulu terhadap kasus tersebut telah dicabut, sesuai hasil sidang praperadilan. Tapi, proses pidana tak dilanjutkan pihak Kejaksaan dengan alasan kasus itu dianggap tidak cukup bukti dan telah kedaluwarsa.

“Karena itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini, seperti yang pernah ia lakukan saat Novel menjadi korban penyerangan. Sehingga, rasa keadilan masyarakat terutama korban dan keluarganya, bisa terpenuhi,” ujar Katon, dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT.co, Jumat (19/6/2020).

Selain itu, lanjutnya, KPK pun diminta memecat Novel. Karena jika terbukti dalam kasus tersebut, Novel dinilai melakukan pelanggaran HAM berat. “Novel Baswedan harus mendapatkan sanksi tegas,” tandas Katon. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *