RENUNGAN

JIMAT


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

JIMAT siji sing dirumat. Kata jimat ini sering diartikan sebagai pusaka untuk memberikan perlindungan dan pengayoman di saat bahaya atau situasi yang genting. Jimat juga sebagai bagian dari sifat kandel atau sifat percaya diri untuk menghadapi sesuatu ujian sampai dengan peperangan. Jimat bisa juga dimaknai sebagai ‘heritage’ atau karya leluhur, karya para maestro, karya orang-orang ternama atau juga para pahlawan kusuma bangsa yang dijadikan ikon atau simbol regenerasi atau kebersinambungannya perjuangan di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Kekuatan spiritual para pendahulu, para maestro, para pahlawan, atau para leluhur menjadikan motivasi bagi generasi muda untuk menumbuhkembangkan. Memiliki reliqui dari para orang suci atau dari guru yang telah mendidik kita ini pun dapat menjadi daya penyemangat. Pengingat sebagai kenangan atas perjuangan dan perjalanan panjang di masa lalu. Kekuatan secara spiritual ini sangat luar biasa walaupun secara fisik nampaknya biasa-biasa saja.

Sesuatu yang kita jadikan jimat sebenarnya bukan mistis atau tahayul yang ditonjolkan melainkan nilai-nilai yang tak benda atau ‘untangible’ yang digunakan. Spirit yang dimiliki para leluhur akan menjadi pendorong dan pengingat untuk tetap ‘on the track’. Ini pun bisa juga dibilang ‘nguri-uri’ atau menjaga dan melestarikan warisan budaya leluluhur senior atau orang-orang yang kita hormati.

Dalam hal seni budaya memiliki benda-benda yang pernah digunakan semasa hidupnya atau melihat karya-karyanya atau mempelajari proses berkaryanya dari para maestro pun akan menjadi inspirasi dan kekuatan tersendiri. Program belajar bersama maestro atau program ngalap berkah dari para tokoh ini akan menjdi spirit napak tilas agar tetap terjaga semangat dan spirit luhur para pendahulu. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *