RENUNGAN

JANJI


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

JANJI kalau tidak ditepati ya lali atau lupa. Janji seringkali dikatakan sebagai utang. Janji bisa juga bujuk rayu kepura puraan untuk menyenang nyenangkan. Atau solusi penjilatan atau agar mendapat dukungan. Janji merupakan kekuatan untuk memberi harapan. Janji mudah diucapkan namun sulit diwujudkan. Apalagi apa yang dibutuhkan sudah tercapai janji bida saja langsung dicampakkan.

Janji Kw atau janji palsu ditabur di mana mana di semua lini ada. Semakin ke atas janjinya semakin banyak. Ada yang mengatakan saya tidak mau memberi janji. Takut dikatakan PHP alias pemberi harapan palsu. Janji-janji ini memang menarik dan berefek kejiwaan dan harapan yang semakin hari semakin besar. Dalam bidang politik pun janji bida dapat dari wangsit atau ramalan yang secara fisik atau ‘kasunyatan’ sulit dijelaskan apalagi dibuktikan.

Janji yang terpenuhi atau terwujud seolah merupakan ‘kabegjan’ atau keberuntungan. Diberi janji sama juga diberi nafas lebih panjang walaupun napas di ruang yang hampa. Kekuatan dan tekad bulat para penerima janji siap menghadapi ‘kasunyatan’. Akan terbukti atau tidak itulah janji. Bahkan yang akan janji sehidup semati pun bisa melakukan ingkar.

Janji hanyalah ilusi, jangan terlalu berharap pada janji apalagi pemberi janji pada tingkatan yang tinggi. Pasti lupa dan tidak merasa berjanji kalau sudah jaya. Karena janji itu semacam takaran jual beli ‘wani piro’. Janji bukan dagangan gratis. Bukan sekadar diucapkan. Janji bisa juga pancingan. Memancing kemanfaatan. Janji merupakan program kroni yang dasarnya utang budi atau ‘like and dislike’ dengan segala pendekatan impersonal.

Janji dalam birokrasi menunjukkan keluatan dan leluasaan otoriter. Menunjukkan janji akan berujung materi. Bagi yang membeli janji tidak terbukti, maka akan berteriak kecopetanlah, kena garonglah, dan sebagainya. Umpatan dan ungkapan kelecewaan bertaburan. Janji biasanya tanpa bukti produk lidah yang tak bertulang. Yang berjanji tatkala ditagih akan ngeles. Yang dapat janji merana kena bisa janji yang tidak jelas. Janji dan apa yang dijanjikan sama-sama uap dan bisa saling melibas. Korbannya selalu yang dapat janji, harapan tinggallah harapan bahkan jadi kenangan tak terlupakan.

Selamat berjanji untuk tidak berjanji lagi. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *