DAERAH

CABUP ENOS AJAK TIM DAN PENDUKUNGNYA TIDAK TERPANCING KAMPANYE HITAM

HARIANTERBIT.CO – Bakal calon bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) H Lanosin Hamzah, mengajak kepada seluruh tim pendukung dan simpatisan untuk menahan diri dan tidak terpancing dengan maraknya hasutan, provokasi dan tindakan tercela yang dimaksudkan untuk menyerang pasangan Enos-Yuha di Pilkada OKU Timur mendatang.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Enos di kawasan Belitang, saat dimintai keterangan terkait maraknya hasutan dan penggiringan opini di media sosial dengan tujuan untuk menjegal dan merendahkan martabat pasangan Enos-Yudha, Senin (18/5/2020).

Selain itu, Enos juga menyampaikan, bahwa saat ini masyarakat sudah sangat cerdas dengan media sosial. Jadi, menurutnya, segala bentuk rekayasa opini atau penggiringan isu dan pemberitaan yang bersifat hoaks akan dengan sendirinya ditolak oleh masyatakat. “Masyarakat kita sudah cerdas, mereka itu tidak bodoh. Mereka bisa membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks. Kami pasangan Enos-Yuda mengajak seluruh tim pendukung dan simpatisan untuk tetap menahan diri dan tidak terpancing,” ajak Enos.

Lebih lanjut, adik kandung Gubernur Sumsel Herman Deru ini juga menambahkan, bahwa dalam politik harus mengedepankan etika dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan. Menurutnya, isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah tersebut akan menghambat pembangunan dan kemajuan daerah. “Mari tetap santun dan terus melakukan kerja politik yang santun. Jangan terpengaruh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan kita, biarkan anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,” tandas Enos.

Secara terpisah, Husnul Chotimah dari Kelompok Diskusi Demokrasi Digital Sumsel (KoDDeS) saat dihubungi awak media meyampaikan, berdasarkan penelusuran timnya, memang ada beberapa akun soaial media yang kerjanya menyebar berita fitnah dan sengaja menprovokasi pihak tertentu. Bahkan, menurut Husnul, jika diperiksa dan ditelusuri lebih mendalam, isi status dan komentar akun-akun tersebut memang memprovokasi, menjelekkan pihak lain. Akun-akun itu gagal mengkampanyekan program kandidat yang didukungnya dannkalah adu argumen dengan pendukung kandidat lain.

“Saya kira akun-akun media sosial itu melakukan kerja sistematis untuk menyerang pihak lain tetapi mereka sendiri tuna program, tak punya agenda reformasi untuk ditawarkan pada publik. Bisa saja akun-akun itu berafiliasi dengan pendukung calon tertentu. Sebenarnya kalau media sosial dipakai untuk ajang adu program, adu argumen dan saling mencari solusi untuk rakyat, pasti akan berfaidah. Sayangnya banyak dari mereka yang hanya menyerang saja, miskin data dan tak punya program,” tandasnya, Senin (18/5/2020). (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *