POLRI

BALIK KAMPUNG: APA DAN BAGAIMANA POLISI MENJALANKAN PEMOLISIANNYA?


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

PANDEMI Covid-19 penyebarannya begitu cepat sehingga banyak negara mengambil kebijakan lockdown. Tak terkecuali Ibu Kota Jakarta banyak yang berpikir untuk pulang kampung kembali ke asal daerahnya. Wilayah pun bersiaga, karena wilayah juga takut merebaknya pandemi Covid-19 di wilayahnya. Tentu hal ini berdampak pada keteraturan sosial dan berimbas pada produktivitas bahkan hingga keamanan dan rasa aman warga masyarakat. Berbagai imbauan mudik sudah digencarkan di mana-mana. Namun sebelum mudik ternyata banyak yang sudah mendahului mudik.

Pandemi Covid-19 bukan sebatas menyerang kesehatan, namun menyerang jiwa dan kehidupan sosial. Manusia sebagai makhluk sosial dipecah untuk melakukan physical distancing. Bahkan baru kali ini tempat-tempat ibadah ditutup dan berbagai kegiatan keagamaan pun dilakukan secara online. Live must go on bahkan live and still live. Bagaimana hidup tetap bertahan dan pascapandemi segera mampu bangkit untuk recovery-nya.

Berbagai model pemolisian (policing) dapat dibangun dari menerapkan e-policing, smart policing, proactive and problem solving policing, dan lainnya. Era ini memang seolah mengingatkan dan menyadarkan untuk mengubah mindset dan cukture set yang serius membangun e-policing. Tatkala sebagian work from home, dan physical distancing dilakukan maka sistem-sistem virtual menjadi solusi tetap adanya pelayanan publik. Di samping model-model pemolisian di atas maka emergency policing dapat diterapkan.

Secara garis besar model pemolisian dapat dilihat dari berbasis wilayah, berbasis kepentingan atau fungsi dan berbasis dampak masalah. Pandemi Covid-19 mengenai ketiga pendekatan tersebut baik kewilayahan, fungsi maupun dampak masalah. Hal ini tentu masih ada masalah lagi yang menyerang jiwa dan psikologi sosial masyarakat seperti adanya berita-berita bohong (hoaks), hembusan dan ujaran kebencian yang membuat kepercayaan publik luntur bahkan membangkang dari anjuran-anjuran pemerintah.

Berbondong-bondong kembali kampung ini akan menjadi masalah baru bagi kepolisian tingkat daerah. Pada tingkat pusat sudah dibangun “Operasi Kepolisian Aman Nusa Corona”. Apa yang dilakukan tingkat polda maupun polres bahkan polsek dijabarkan sesuai dengan situasi wilayahnya juga corak masyarakat dan budayanya.

Langkah-langkah pemolisian pada tingkat birokrasi dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Kepemimpinan yang transformatif di mana kebijakan-kebijakan yang proaktif dan problem solving, empowering, mengutamakan pencegahan dan siap menghadapi berbagai hal dengan cepat hingga recovery-nya

2. Di bidang administrasi
a. Pokok-pokok dasar manajemen yang berkaitan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian segera disiapkan yang berkaitan sumber daya manusianya, sarpras (perorangan, kelompok/unit dan kesatuan) dan anggarannya.

b. Sistem operasionalnya dapat menyiapkan:
1) Protokol-protokol penanganan sebagai piranti lunak yang mengacu dari undang-undang, petunjuk tingkat pusat, perpol, renops, dan sebagainya.

2) Menyiapkan model-model skenario dari pencegahan, pemeriksaan, penanganan emergency evakuasi hingga recovery, dan sebagainya.

3) Menyiapkan posko yang dikendalikan kaposko agar K3I (komunikasi, koordinasi, komamdo, kendali, dan sistem informasi) daripada menjadi jembatan pusat monitoring evaluasi dan analisis sehingga perdiksi antisipasi dan solusi terus dapat dilakukan. Termasuk meng-counter isu-isu hoaks.

4) Menyiapkan jejaring sebagai key informan dan kontak person sampai dengan tingkat RT-RW bahkan siap cipta kondisi untuk solusi.

5) Mitra-mitra kepolisian dapat diberdayakan sebagai kekuatan bersama dalam mendukung kegiatan-kegiatan satgas maupun kegiatan-kegiatan strategis politis maupun untuk pemberdayaan dan penggunaan serta pemberdayaan sumber-sumber daya.

6) Menyiapkan petugas-petugas yang akan mengawaki posko, pasukan cadangan dan emerjensi, yang mengawaki satgas sesuai situasi dan kondisi.

7) Menyiapkan sarana prasarana untuk perorangan, unit maupun kesatuan untuk perlindungan diri, perlindungan peralatan, bantuan-bantuan evakuasi, bantuan medis darurat, mengatasi keterbatasan pelayanan kesehatan, dan sebagainya.

8) Menyiapkan anggaran secara budgeter maupun nonbudgeter sistem penganggaran, penggunaan, dan pertanggungjawabannya.

Dalam sistem pengelolaan operasional pada posko dapat menggunakan pola situpak:
1. Situasi (pemetaan wilayah pemetaan masalah pemetaan potensi) dapat dilakukan secara digital dan ada penggambaran wilayah merah, kuning, hijau, dan sebagainya. Bisa dikaitkan dengan vasta gatra yang ada sehingga pola-pola pemolisiannya dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

2. Tugas pokok, yakni preentif, preventif, represif, penanganan emerjensi, hingga recovery
satgas bantuan (bantuan administrasi, bantuan opsnal, bantuan teknologi, bantuan medis, dan sebagainya).

3. Pelaksanaan, yaitu dapat dijabarkan bagaimana rutin, yang rutin harian, mingguan, bulanan secara reguler. Bagaimana hal yang khusus sesuai skenario-skenario yang telah dibuat bisa juga dibuat sistem pengamanan kota atau dibuat secara parsial per wilayah atau permasalahan. Dan pola pola penangananya oleh masing-masing satgas
penanganan saat ada chaos keamanan. Penanganan masalah-masalah pada tempat layanan kesehatan, tempat-tempat publik, dan sebagainya.

4. Administrasi, yakni sebagai sistem manajerial dari kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan akuntbilitasnya secara administrasi, secara hukum, secara fungsional yang dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukungnya.

5. Keterangan. Dapat diisi hal-hal penting seperti peta kontijensi pola serpas dan back up sistem.

Poin-poin di atas tentu merupakan pokok-pokok pikiran secara konseptuaal yang dapat dijadikan panduan penjabarannya secara sistematis agar pemolisiannya dapat proaktif dan problem solving secara efektif dan efisien dalam menjaga keteraturan wilayah di saat pulang kampung di masa pandemi Covid-19. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *