KASUS

KANTOR PUSAT WIDAGDO DI GEDUNG SASTRA DIJAGA KETAT

HARIANTERBIT.CO – Widagdo dan Fariajati kabarnya meminjam uang dari exs Bank Dagang Negara (BDN) dan masih berhutang sejumlah Rp.64.550.297.868.- belum termasuk biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10%.

Oleh sebab itu PT. Bank Mandiri Cabang Tanggerang exs BDN, menyerahkan pengurusan piutang negara macet atas nama PT. Saptindo Surgica/Dr. Widagdo Gondowardoyo/Ny. Fariajati Setiwan kepada Panitia Urusan Piutang Negara Cabang Bogor (PUPNC) untuk menerbitkan SURAT PAKSA Nomor : SP.2086/PUPNC.15/99, memerintahkan perusahan tersebut melalui Dr. Widagdo dan Ny. Fariajati Setiawan, untuk membayar segera hutangnya kepada negara seperti yang tersebut dalam surat paksa sebesar Rp.64.550.297.868.- termasuk biaya admistrasi sebesar 10%. Hal itu hasil investigasi media mapikor-news.com

Sejmlah wartawan yang datang ke kantor Widagdo di Gedung Sastra Graha lantai 5 suite 505 Kebun Jakbar untuk konfirmasi menurut penjaga kantor yang berbadan kekar Pak Widagdo tak ada ditempat begitu juga sekretarisnya Teni.

Memang kantor yang dihuni Widagdo tak selazim kantor laindimna untuk memenumui nya harus berhadapan pria pria berbadan kekar. Artinya Widagdo perlu pengmanan extra.
Maksum Zuber Direktur Eksekutif DPN Clean Governance ( LSM yg bergerak di bidang pencegahan tindak pidana korupsi ) prihatin atas berita-berita di media sosial terkait dugaan korupsi di Kemenkes di saat bangsa ini menghadapi virus corona ( Covid-19 )

Sebaiknya bila ada dugaan korupsi dg data yg cukup akurat ( A1) dibawa ke penegak hukum yg terkait dan bukan tdk elok bila di publikasikan ke media sosial tapi situasi dan kondisi yg dihadapi bangsa Indonesia saat ini membutuhkan kebersamaan seluruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *