KASUS

GMPK MINTA KEJELASAN KEJAGUNG TERKAIT KELANJUTAN PENANGANAN KASUS NOVEL

HARIANTERBIT.CO – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI diminta memberikan pernyataan mengenai kelanjutan penanganan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Novel Baswedan. Mengingat, sejumlah pihak menuntut kasus yang terjadi semasa Novel menjabat kasat Reskrim Polres Bengkulu itu, segera dituntaskan.

“Kita menunggu Kejagung mengeluarkan pernyataan resminya, bagaimana kelanjutan kasus ini. Apakah Kejagung akan membuka dan melanjutkan kasus kembali atau tidak. Nah itu yang kita mau supaya ada kejelasan hukum,” kata perwakilan Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan (GMPK), Jan Suharwantono, Kamis (19/3/2020), dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT.co.

GMPK menuntut agar kasus tersebut dilanjutkan. Mengingat, ada dugaan pelanggaran pidana dan HAM dalam peristiwa tersebut. Apalagi, menurut Jan, hingga kini keluarga dan rekan korban masih berusaha mencari keadilan. Pihaknya sendiri telah berulang kali menyampaikan tuntutan ini. Upaya tersebut diutarakan melalui beberapa kali unjuk rasa di berbagai lokasi, baik itu di depan Gedung Kejagung RI maupun Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Aksi kita yang ke-10, artinya kita tetap konsisten terhadap tuntutan-tuntutan kita, yaitu segera melimpahkan berkas daripada saudara Novel Baswedan itu ke pengadilan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan juga diminta memberikan perhatian khusus terhadap penyelesaian kasus ini. Seperti halnya saat mantan Wali Kota Solo itu memerintahkan Polri mengentaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan GMPK Wiryawan mengatakan, kami merasa terpanggil untuk memperjuangkan keadilan dan masa depan penegakan hukum di Indonesia. Jokowi diharapkan memerintahkan Menko Polhukam, Kejagung maupun Polri, untuk berkonsentrasi membereskan kasus yang mengakibatkan cacat dan hilangnya nyawa seseorang ini. Sehingga akhirnya, tak lagi timbul tudingan publik bahwa ada tebang pilih dalam penegakan hukum di Tanah Air.

“Berbagai gerakan seperti aksi pada hari ini bukan hanya sekadar agar publik tahu, tapi lebih supaya adanya jaminan kepastian hukum. Sehingga Novel akhirnya bisa diadili atas perbuatannya,” ujar Wiryawan. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *