KASUS

GMPK MINTA JOKOWI PERINTAHKAN MENKO POLHUKAM MENINDAKLANJUTI KASUS NOVEL

HARIANTERBIT.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta memerintahkan Menko Polhukam Mahfud Md untuk mengambil tindakan dalam penanganan kasus dugaan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, yang diduga dilakukan Novel Baswedan. Kasus yang terjadi semasa Novel menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu, saat ini terhenti di Kejaksaan.

“Hari ini kita menekankan kepada pihak-pihak pemerintahan Bapak Presiden Jokowi, untuk memerintahkan jajarannya, khususnya Menko Polhukam untuk Kejaksaan Agung RI bisa memproses kasus ini. Kasus yang melibatkan saudara Novel Baswedan diproses secara tuntas, diproses secara hukum yang berlaku di negara kita,” kata Koordinator Lapangan Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan (GMPK) Wiryawan, saat berunjuk rasa di depan Gedung Kejagung RI, Kamis (27/2/2020).

Aparat dan pemerintah sendiri dinilai lambat dalam penyelesaian kasus ‘sarang burung walet’ ini. Sebab, hingga berkali-kali pihaknya berdemonstrasi, persoalan yang menjerat penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tak juga ditindaklanjuti.

“Keadilan hanya menjadi dagangan politik saja, realita di masyarakat tidak ada keseriusan,” ujar Wiryawan, dalam siaran tertulis yang diterima HARIANTERBIT.co, Kamis (27/2/2020).

Lebih lanjut Wiryawan mengungkapkan, pada pekan lalu, GMPK sempat bertemu perwakilan Kejagung usai berunjuk rasa yang keenam kalinya. Mereka diterima kepala bagian pengaduan, dan dijanjikan tuntutannya akan diteruskan ke pimpinan terkait.
“Tapi sampai hari ini belum ada konfirmasi resmi lagi dari pihak Kejagung. Padahal saat itu kita sudah serahkan nomor telepon, agar kita bisa berkomunikasi dengan baik, bukan datang ke sini lalu bakar ban di sini,” ungkap Wiryawan.

GMPK berjanji akan terus turun ke jalan guna menyuarakan perkara ini, sampai akhirnya digubris. Sebab, menurut Wiryawan, ada keluarga dan kerabat korban yang sejak lama menanti keadilan dalam kasus ini.

“Karena ini sudah menyangkut pelanggaran HAM, satu orang meninggal dan empat orang cacat permanen,” pungkas Wiryawan. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *