POLRI

PROYEK BONGKARAN LAPAS DI BEKASI DILAPORKAN KE POLDA METRO

HARIANTERBIT.CO – Proyek pembongkaran di Blok D Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bulak Kapal, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengundang masalah bagi dua pengusaha. Korban bernama Muhhamad Yossi melaporkan Direktur Utama PT Citra Prasasti Konsorindo Bekasi, ke SPKT Polda Metro Jaya, dengan laporan nomor LP/386/1/YAN.2.5/2020, 20 Januari 2020.

Alasan Yossi melaporkan rekan sesama pengusaha bernama Joko Adi Wibowo, lantaran merasa dirugikan atas order kerja senilai Rp 40 juta, yang sampai saat ini belum terealisasi.

Sementara perjanjian penyerahaan pelaksanaan pembongkaran dengan nomor 023/SPP-CIPAKO/XII/BKS/2019, yang mereka tandatangani ternyata tak pernah terlaksana.

“Perjanjian ditandatangani pada 23 Desember 2019. Namun, hingga saat ini tidak pernah terlaksana,” kata Yosi di Polda Metro Jaya, Selasa (21/1/2020).

Menurut Yossi, diduga Direktur PT Cipako terindikasi telah menipu, dengan mengiming-imingi proyek. “Saya sudah menyiapkan peralatan dan tenaga kerja di lokasi. Jadi saya merasa dirugikan,” tutur Yossi.

Direktur PT. Cipako dilaporkan dengan dugaan penipuan berdasarkan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Selanjutnya, Kasubag Tata Usaha (TU) Ka LAPAS kelas II A Niken mengatakan, pihak Ka LAPAS tak mengetahui perihal kasus tersebut. Ka LAPAS kata Niken mempersilahkan awak media bertanya kepada Direktur PT. Citra Prasasti Konsorindo Joko Adi Wibowo.

Sementara itu, Direktur PT. Cipta Prasasti Joko Adi Wibowo belum bisa memastikan kapan terealisasi proyek multi years yang anggarannya senilai Rp 74 miliar tersebut.

Sebab, Napi yang menginap di Ka LAPAS kelas II A Bekasi Blok D kata Adi, belum bisa dipindahkan ke blok lainnya, dengan alasan pengamanan.

“Saya belum bisa pastikan, karena Napi yang nginap di lapas blok D tersebut belum dipindahkan ke blok lainnya,” tutup Adi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *