KASUS

GMPK DESAK APARAT PENEGAK HUKUM KEMBALI USUT KASUS SARANG BURUNG WALET LIBATKAN NOVEL BASWEDAN

HARIANTERBIT.CO – Kasus sarang burung walet yang melibatkan nama Novel Baswedan kembali diungkit. Kali ini disuarakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan (GMPK), pada konferensi persnya “Ungkap dan Adili Novel Bawesdan”, di Mie Aceh Cikini, Jumat (3/1/2020).

“Kasus bermula saat korban Irwan Siregar, Dedi Muryadi, Rizal alias Ijal, dan Mulyadi Johan mencuri sarang burung walet di daerah Bengkulu 2004 silam. Novel yang saat itu menjabat kasat Reskrim Polres Bengkulu diduga melakukan penembakan dan penganiayaan. Belakangan diketahui Mulyadi Johan meninggal akibat luka infeksi dari bekas penembakannya,” kata Koordinator GMPK Sahroel.

Dalam kasus tersebut, Novel diduga melakukan penganiayaan, dan menembak terhadap empat orang tersebut hingga salah satunya meninggal dengan tiga lainnya cacat permanen.

“GMPK menyuarakan hal tersebut agar publik mengetahui bahwa keluarga korban mendapat jaminan kepastian hukum. Kepolisian, kejaksaan dan negara harus hadir agar kesamaan kedudukan di dalam hukum bisa terwujud,” terang Sahroel dalam keterangan tertulisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Jumat (3/1/2020).

Sahroel mengungkapkan, keluarga korban sudah bertahun-tahun mencari keadilan atas peristiwa ini, tetapi hingga kini tak kunjung mendapatkannya. Novel seperti superpower dan kebal hukum hingga tidak tersentuh.

“Atas dasar itu, GMPK mendesak pihak berwajib untuk kembali mengusut kasus pada tahun 2004 itu hingga tuntas, meskipun kasus Novel ini sendiri telah dihentikan di tingkat kejaksaan,” ujarnya.

Dalam Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Nomor B 03/N.7.10/Eo.1/02/2016 yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu, kasus Novel dihentikan karena tidak terbukti. GMPK menuntut empat hal dalam kasus Novel itu sebagai berikut yaitu; pertama, mendesak aparat penegak hukum untuk segera menahan saudara Novel Baswedan; kedua, mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Novel Baswedan; ketiga, meminta kepada kejaksaan segera melanjutkan kasus Novel Baswedan untuk secepatnya disidangkan, karena kasus Novel telah dinyatakan sudah P-21; dan terakhir, meminta kepada Mabes Polri dan Kejagung RI untuk bersikap tegas dalam perkara kasus penganiayaan dan penembakan yang diduga dilakukan oleh Novel Baswedan. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *