POLRI

DITTIPIDSIBER BARESKRIM POLRI TANGKAP PELAKU DISTRIBUSI KONTEN PORNOGRAFI ANAK

HARIANTERBIT.CO – Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap SW (25) dan RM (38) jaringan pelaku penyebar jutaan konten pornografi dewasa dan anak-anak dalam bentuk foto, video dan sexstory di media online. Pelaku SW ditangkap di Boyolali Jawa Tengah, sedangkan RM ditangkap dirumahnya di daerah Bogor, Jawa Barat.

“Modus Operandi yang dilakukan para tersangka adalah membuat website sebagai sarana untuk mendistribusikan dan mentransmisikan jutaan konten pornografi dewasa dan anak-anak dalam bentuk foto, video dan sexstory di media online yang memiliki muatan melanggar kesusilaan,” kata Dani Kustoni di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (20/12/2019).

Kemudian pelaku menerima pembayaran dari para penyewa iklan pada ratusan situs porno yang dikelolanya sebesar Rp 3 juta per bulan, perbuatan tersebut dilakukan sejak tahun 2013.

“Motif pelaku adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya,” paparnya.

Barang bukti yang disita polisi, tiga unit handphone, empat buah Sim Card, satu buah Memory Card, empat unit Modem, lima buah hardisk, satu unit Wifi, tujuh buah Kartu ATM, satu buah Kartu Kredit Bank BCA, satu buah token Bank BCA, lima buah buku tabungan dan satu Unit PC warna hitam.

Dani Kustoni memberikan tips pencegahan bagi para orangtua agar anak-anaknya tidak terpapar pornografi di media online sebagai berikut: Kontrol gadget anak dengan supervise untuk mengetahui aktivitasnya di medsos; Empati untuk tumbuhkan kedekatan emosional, sabar dan luangkan waktu dengarkan keluhan untuk membuka rahasia yang disembunyikannya; Terapkan disiplin keluarga sejak dini dalam keluarga, aturan penggunaan gadget dalam rumah; Amankan bukti berupa foto/video/percakapan (simpan/capture), no telpon/WA, nama akun, email dan link url orang asing pengirim konten negatif; Password dan filter gadgetnya serta privat akun medsosnya; Edukasi dengan ajari etika di medsos, bahaya internet, buat aturan dan ikat dengan komitmen; Lapor ke patrolisiber.id, datang ke SPKT di Kantor Polisi terdekat atau Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) di Polda atau Polres terdekat.

Tersangka dijerat dengan Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) Jo Pasal 37 UU No.44 tahun 2008 tentang Pornografi, dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU No.8 tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *