KASUS

KUASA HUKUM PT AI YAKIN PERKARA Q-NET DAPAT DIMENANGKAN

HARIANTERBIT.CO – Kuasa hukum direksi PT Amoeba Internasional (AI), M.Solihin HD,SH,MH, menyakini kalau perkara Q-Net berkaitan dengan bisnis Multi Level Marketing dapat dimenangkan kan meski dalam permohonan praperadilan ditolak hakim.

Ia menilai Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri yang menolak permohonan praperadilan ini banyak tidak mempertimbangkan bukti -bukti yang diajukan. Bukti – bukti itu antara lain yakni Ketendensiusan hakim ini antara lain yakni bukti P1 dan P2 tentang SP3.

“Kami rasa Hakim tendensius dalam mempertimbangkan bukti tentang P1, P2 karena scan-an (scan) itu diambil dari email yang dapat dijadikan alat bukti juga dan itu bisa dicek kebenarannya di Bareskrim Polri dan Polda Jatim ,” ujar dia kepada wartawan, kemarin.

“Kalau itu dipertimbangkan secara cermat dan benar maka selesai sudah perkara kita dan itu faktanya. Tentunya harus dipertimbangkan subjek suratnya tentunya dengan bukti-bukti scan-an atau foto copy-nya,” katanya.

Diutarakan dia, Hakim PN Kabupaten Kediri yang dipimpin oleh Guntur Pambudi Wijaya tidak mempertimbangkan keseluruhan bukti-bukti yang ada.

Ia menyebutkan permohonan praperadilan ditolak bisa saja, tetapi yang harus digarisbawahi bahwa prosedural penyidikan apakah sudah sesuai apa belum. Belum masuk ke materi pokoknya, yang penting materi pokoknya apakah mereka memenuhi unsur-unsurnya bisa P21,” tandasnya.

Solihin

Kemudian, dia menambahkan, perkara pidana tersebut sebelumnya telah di SP3 baik ditingkat Mabes Polri maupun di Polda Jatim itu sendiri.“Perkara sudah dihentikan Mabes Polri dan Polda Jawa Timur itu tidak dibantah oleh termohon (Polres Lumajang),” tambahnya.

Praperadilan dilayangkan karena tindakan penyidik yang melakukan penggeledahan dan penyitaan barang-barang milik PT Amoeba dan PT AWI dianggap tidak sesuai prosedur. PT Amoeba dan PT AWI beberapa waktu lalu mengajukan praperadilan terhadap Tim Cobra Polres Lumajang.

Ia menyebutkan kalau faktanya ada dan rill buktinya. Bukti inilah yang bisa menghentikan perkara. Blunder ini, karena tidak bisa dipertimbangkan akhirnya kemana-mana. Kemudian jelas benda-bendanya ada di PT AWI, apa bisa itu penyidikan itu saksi tidak ada. PT AWI tidak pernah disidik sama sekali hanya dihubung-hubungkan dalam perkara ini,” ungkap pria berbatik itu.

Atas putusan ini kuasa hukum Polres Lumajang Abdur Rohman mengatakan sudah sepantasnya PN menolak praperadilan yang diajukan oleh pemohon, karena pihaknya bisa membuktikan bantahan -bantahan dalam persidangan.

“Pengadilan sudah mempertimbangkan jika dalam bekerja kepolisian sudah sesuai prosedur. Ada izin penggeledahan, persetujuan penyitaan dari pengadilan setempat, dengan tidak bisa membuktikan gugatannya dan kami bisa membuktikan bantahan kami sudah sepatutnya hakim untuk menolak permohonan pra peradilan tersebut” kata Rohman.

PT Amoeba dan PT AWI beberapa waktu lalu mengajukan praperadilan terhadap Tim Cobra Polres Lumajang. Praperadilan diajukan dengan alasan karena tindakan penyidik yang melakukan penggeledahan dan penyitaan barang-barang milik PT Amoeba dan PT AWI dianggap tidak sesuai prosedur.

Dalam permohonannya, Solihin yang kuasa hukum Gita Hartanto, direksi PT AI, Gita Hartanto menyatakan bahwa penyidikan yang dilakukan oleh Tim Cobra Polres Lumajang tidak tepat dan menciderai keadilan karena penyelidikan kepada PT AI sudah pernah dilakukan oleh Bareskrim Polri tahun 2018 berdasarkan surat perintah penyelidikan nomor : SP.Lidik/364/V/RES.2.5/2018/dittipideksus tanggal 25 mei 2018 terkait perdagangan skema piramida dan tidak memiliki SIUPL (surat izin usaha penjualan langsung), tapi penyelidikan dihentikan berdasarkan surat nomor : B/ 2001/ VIII/Res.2.5/2018/dittipideksus tanggal 1 agustus 2018 karena bukan tindak pidana. (OKO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *