NASIONAL

PKS AJAK ‘PARTY OF DEMOCRATIC’ BOSNIA KERJA SAMA DENGAN INDONESIA

HARIANTERBIT.CO – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Aljufri didampingi Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini bertemu dengan tokoh Partai Islam terbesar Bosnia Herzegovina, Party of Democratic Action di Sarajevo, Bosnia Herzegovina, akhir Nopember lalu.

Kunjungan ini adalah rangkaian dari diplomasi internasional Fraksi PKS DPR RI ke Fraksi-fraksi partai di dunia yang telah berjalan, antara lain ke Rusia, AS, Inggris dan Australia.

Menurut Jazuli, dia mendampingi Ketua Majelis Syuro PKS bertemu dengan Anggota Parlemen sekaligus salah satu tokoh pendiri dari Partai Islam terbesar di Bosnia Herzegovina Party of Democratic Action, Semsudin Mehmedovic.

Turut mendampingi kedua tokoh partai Islam tersebut dalam pertemuan penuh kehangatan dan persahabatan itu, Duta Besar Indonesia untuk Bosnia Herzegovina, Amelia Ahmad Yani yang juga merupakan putri ketiga Pahlawan Revolusi Jenderal Anumerta Ahmad Yani.

Pertemuan berlangsung sangat hangat dan bersahabat karena Indonesia dan Bosnia punya hubungan spesial, terutama sejak negara ini dilanda konflik etnis beberapa tahun silam.

“Indonesia memberi dukungan penuh terhadap nasib etnis muslim Bosnia sebagai rakyat yang tertindas saat itu. Alhamdulillah Bosnia-Herzegovina saat ini hidup dalam kedamaian,” ungkap Jazuli dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp (WA) kepada Harianterbit.co, Selasa (3/12).

Dalam pertemuan tersebut, ungkap wakil rakyat dari Dapil Provinsi Banten itu, Ketua Majelis Syuro PKS mengajak Semsudin untuk lebih mempererat ikatan persaudaraan dan meningkatkan kerjasama di berbagai bidang utamanya di bidang ekonomi, pendidikan, pariwisata dan budaya.

Kerjasama itu baik dilakukan secara ‘government to government’, ‘business to business’, juga ‘people to people’ bahkan ‘party to party’ seperti yang dilakukan antara PKS dengan Party of Democratic Action.

Selain itu, PKS mengapresiasi peran Partai Islam Bosnia tersebut dalam memperkuat kohesi sosial diantara warga negara Bosnia-Herzegovina yang plural dan majemuk karena dibentuk dari tiga entitas etnis bangsa yaitu Bosnia, Serbia dan Kroasia dengan penduduk mayoritas beragama Islam lalu disusul Nasrani (Kristen Ortodox dan Katolik). Ada juga minoritas Yahudi dan nonagamis.

PKS menawarkan Indonesia sebagai contoh dan pelajaran kerukunan dalam bangsa yang majamuk baik dari sisi suku bangsa, budaya, maupun agama.”

Dikatakan Jazuli, bagaimana pentingnya membangun kohesivitas sosial melampaui perbedaan yang ada. “Bahkan kemajemukan bisa menjadi kekayaan bangsa sejalan dengan semboyan bhinneka tunggal ika,” jelas anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan dan luar negeri ini.

Sebaliknya, juga mengapresiasi jalinan persahabatan rakyat dan negara Indonesia selama ini terhadap Bosnia yang luar biasa. “Untuk itu beliau mengucapkan terima kasih dan salam hangat untuk rakyat dan pemimpin Indonesia,” demikian Jazuli Juwaini. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *