POLRI

RESKRIM POLSEK KAWASAN KALIBARU COKOK PENGEDAR SABU 0,6 GRAM

HARIANTERBIT.CO – Unit Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Cilincing, Jakarta Utara pada Minggu (24/11/2019), dengan mengamankan pelaku berinisial S bin M (48) beserta barang bukti sabu dengan berat 0,6 gram.

Kapolsek Kawasan Kalibaru AKP Ahmad Eka Perkasa mengungkapkan, berdasarkan keterangan informasi, penangkapan berawal dari masyarakat bahwa di wilayah Cilincing Jakarta Utara menjadi tempat transaksi narkoba yang dilakukan S bin M (48).

“Selanjutnya, atas informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru melakukan penyelidikan, di sekitar lokasi dan mengetahui identitas pelaku S bin M (48) dan benar adanya bahwa S sebagai perantara dalam jual-beli sabu,” kata Eka.

Mengetahui hal tersebut, dengan sigap personel Unit Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru menyisir lokasi sekitar lebih kurang 30 menit, mencurigai seorang laki-laki di gang dan berhasil mengamankan serta dilakukan penggeledahan dari tangan sebelah kanan ditemukan satu plastik klip berisi kristal setelah ditimbang dengan berat bruto 0,6 gram, dan uang tunai Rp50 ribu, di kantong celana sebelah kanan.

“Dari hasil keterangan yang didapat dari pelaku, S (48) menjadi perantara dalam jual-beli sabu sudah satu bulan yang lalu, dan keuntungan menjadi perantara dalam jual-beli sabu sebanyak Rp50 ribu, satu sabu plastik didapat dari seorang bernama SMB (DPO). Atas perbuatannya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Unit Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru guna penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku S bin M (48) di duga telah melanggar Pasal 114 Ayat (1) subsider Pasal 112 Ayat (1) UU No 35 th 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun, dan paling lama dua puluh tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 dan paling banyak Rp10 miliar.

Eka mengatakan, narkoba adalah mesin pembunuh massal yang bisa membunuh siapa saja, sehingga diperlukan tindakan ekstra dalam rangka memeranginya.

“Para pelaku harus diberi tindakan tegas, dan semua komponen bangsa harus terlibat untuk menanggulanginya dengan cara mencegah, memberantas dan menyelamatkan generasi bangsa,” ujar Eka.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold EP Hutagalung mengatakan, generasi muda ini merupakan pemegang tongkat estafet masa depan bangsa. Pemuda merupakan generasi penerus dan pemimpin bangsa yang harus dipersiapkan dan dijaga dalam mencapai cita-cita bangsa.

“Harapan kita ke depan berpundak pada generasi muda yang memiliki peranan besar sebagai subjek maupun sebagai objek dalam pembangunan pada masa kini dan masa yang akan datang. Kompetensi dan daya saing pemuda merupakan bagian integral dari pembangunan karakter menghadapi tantangan global. Untuk itu generasi muda ini harus diselamatkan dari pengaruh napza/narkoba,” kata Reynold, dalam siaran pers yang diterima HARIANTERBIT.co, Senin (25/11/2019). (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *