POLRI

POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK BEKUK PENGEDAR SABU

HARIANTERBIT.CO – Perkembangan penyalahgunaan narkoba sudah sangat memprihatinkan. Kalau dulu, peredaran dan pecandu narkoba hanya berkisar di wilayah perkotaan, kini tidak ada satu pun kecamatan, atau bahkan desa di republik ini yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap obat terlarang itu.

Dalam perkembangannya, pengaturan tentang narkotika di Indonesia telah melalui beberapa tahap yaitu, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1976 tentang Narkotika diganti dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika diganti dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika ini dilakukan dengan upaya preemtif (pembinaan) kepada masyarakat tentang dampak buruk penyalahgunaan narkotika, preventif (pencegahan) yang dilakukan dengan melakukan razia ke tempat yang dicurigai sebagai penampungan, penyimpanan, dan peredaran narkotika, dan represif (penindakan) terhadap orang yang diduga menyalahgunakan narkotika.

Dalam upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika telah banyak dilakukan oleh Satuan Reskrim Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan kali ini berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah Cakung, Jakarta Timur dengan mengamankan laki-laki berinisial EH bin S (30), warga Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat, pada Minggu (3/11/2019).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr Reynold EP Hutagalung SE, SIK, MSi, MH melalui Kasat Resnarkoba AKP Emerich Simangunsong SH, SIK, MSi mengatakan, pengungkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkotika di wilayah Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung Jakarta Timur.

“Selanjutnya, berdasar informasi tersebut penangkapan yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba AKP Emerich Simangunsong bersama Kanit I Ipda Iperda SH berhasil meringkus pelaku EH bin S (30) di halaman parkir depan gereja wilayah Cakung, Jakarta Timur dengan mengamankan barang bukti dari kantong celana depan disimpan dalam bungkus rokok Gudang Garam,” kata Emerich, dalam siaran pers yang diterima HARIANTERBIT.co, Kamis (7/11/2019).

Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut Emerich, dia mengatakan bahwa barang haram tersebut miliknya yang didapat dari seorang bernama A (DPO) di daerah Johar baru, Jakarta Pusat, selain dikonsumsi juga akan dijual atau diedarkan.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku EH bin S di antaranya lima bungkus plastik bening berisi kristal putih sabu dengan berat 5,07 gram brutto, dan satu buah handphone merek Redmi 4A warna gold,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan dengan primair Pasal 114 Ayat (2) subsidair Pasal 112 Ayat (2)Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan suatu kejahatan yang membawa dampak yang buruk bagi si pelaku dan masyarakat.

“Masyarakat haruslah berperan aktif dalam upaya-upaya yang dilakukan dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika, dan tidak diam di saat ia mengetahui ada kejahatan yang berkaitan dengan narkotika, segera laporkan kepada kepolisian jika melihat tindak nejahatan Narkotika,” tanda Emirich. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *