KASUS

DUA POLISI CIKARANG SELAMATKAN PRIA BANDUNG YANG MAU BUNUH DIRI

HARIANTERBIT.CO – “Pak ada orang yang mau bunuh diri di jembatan,” kata seorang pria berjacket hitam dengan nafas tersengal pada petugas polantas Polres Kabupaten Bekasi yang sedang mengatur contra flow di Pos 08 Gemalapik, Cikarang, Senin(1/10) pagi.

Bripka Fadiel dan Brigadir Okhy, langsung bergegas. “Orangnya sudah gelantungan,” tambah pelapor yang turun dari bus karyawan itu. Benar juga dua bintara itu langsung turun mendekat lokasi kejadian, satu menyetop kendaraan untuk menghindari jatuh korban satu lagi membujuk Supriyatna pria berusia 37 tahun asal Bandung Jabar untuk mengurungkan niatnya.

Ketika Brigadir Okhy mendekat dengan membujuk jangan terjun, ayo kita bicara sama-sama curhat, pria itu justru melempar tasnya dan bersiap melompat dari jembatan yang membentang di jalan tol arah Jakarta-Cikampek.

Melihat kenekatan pria di atas jembatan Brigadir Okhy diperintahkan Bripka Fadiel turun ke tengah jalan tol guna menghambat pengguna jalan tol agar berhenti mengantisipasi jika benar pelaku terjun ke jalan tol tak terlindas kendaraan.

Pagi itu suasana cukup menegangkan, pengendaraan kendaranpun banyak yang melihat drama penyelamatan seorang pria yang akan bunuh diri yang dilakukan oleh aparat kepolisian dari satuan lalulintas karena terbebani masalah yang menghimpitnya.

Entah ada getaran apa, ketika Bripka Fadel mengajak turun dengan suara yang meneduhkan “bang sini cerita sama saya curhat sama saya,” tiba-tiba pria itu mengurungkan niatnya dan menangis.

Alahamdulilah, kata hati kedua bintara itu. Kemudian secara perlahan lelaki itu mau dibujuk untuk turun dari pagar kawat kemudian oleh bintara polisi itu diajak ke warung yang berada di dekat lokasi kejadian diberi makan dan minum.

Kenapa kamu berbuat seperti itu? tanya polisi itu lirih. Lelaki itu hanya merunduk diam. Sesekali tangannya menyeka air mata. “ini minum dulu, jangan lagi ya namanya bunuh diri itu tak dibenarkan oleh agama manapun,” tutur bintara itu sambil memegang pundak. Lelaki itu makin menjadi tangisnya.

Kepada petugas Supriyatna akhirnya mengungkapkan penyebab ia nekad mau bunuh diri dari jembatan.
Kisahnya, di kampungnya ia terbebani berbagai masalah keluarga. Untuk menjawabnya ia berusaha mencari pekerjaan ke Lampung menyusul temannya, namun di tengah perjalanan bekalnya dicopet oleh orang. Iyapun tak punya uang sedikitpun di kantong. Iya sempat menggelandang dengan perut yang perih tak terisi asypan gizi.

Sadar akan perbuatannya yang dosa Supriyatna memohon kepada polisi yang menyelamatkan untuk dipulangkan ke kampung halamannya. Oleh petugas Supriyatna diberi bekal dan diberikan tumpangan bus ke Bandung. Terima kasih pak polisi…tak henti-hentinya lelaki itu mencium tangan kedua bintara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *