POLRI

POLSEK KAWASAN SUNDA KELAPA UNGKAP KASUS KEJAHATAN PERIODE AGUSTUS-SEPTEMBER

HARIANTERBIT.CO – Menyikapi maraknya pengaduan dan keluhan masyarakat di wilayah hukum Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Polres Pelabuhan Tanjung Priok terkait adanya pelaku kejahatan yang meresahkan, Polsek Kawasan Sunda Kelapa dengan cepat menindaklanjuti perintah pimpinan guna menciptakan situasi kondisi yang kondusif di wilayah hukum masing-masing.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok di bawah pimpinan Kapolres AKBP Dr Reynold EP Hutagalung SE, SIK, MSi, MH melalui Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Kompol Armayni SH, MH didampingi Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Hendro, dan jajaran Unit Reskrim melakukan upaya-upaya penindakan terhadap para pelaku kejahatan selama periode Agustus dan September melalui konferensi pers yang telah berhasil melakukan pengungkapan kasus premanisne, curat, curanmor, dan penyakit masyarakat (perjudian).
Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Kompol Armayni mengatakan, kasus yang berhasil diungkap yang dimulai pengungkapan kasus premanisme, di mana kejadian tersebut berawal dari informasi masyarakat dengan melakukan pemerasan warga di wilayah Pelelangan Ikan Muara Angke Penjaringan, Jakarta Utara oleh tersangka R (33) warga Muara Angke dengan korban berinisial J pedagang ikan.

“Tindak kejahatan berawal pada Minggu (21/7/2019), dilakukan tersangka R bersama temannya H (DPO) dengan cara meminta uang secara paksa kepada korban sambil mengancam akan memukul korban jika tidak memberikan sejumlah uang,” kata Armayni, Rabu (18/9/2019), pada acara konferensi pers, di Mapolsek Kawasan Sunda Kelapa, seperti dikutip HARIANTERBIT.co dalam rilis Polsek Kawasan Sunda Kelapa.

Pada saat itu, R meminta kepada korban sebesar Rp100 ribu karena korban diancam dan menyerahkannya dengan disaksikan pedagang sekitar lapak dan setelah menerima uang, tersangka pergi dan menggunakan uang tersebut untuk membeli minuman keras. Atas perbuatannya, tersangka R dikenakan Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama sembilan tahun.
Kompol kembali menjelaskan terkait pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dengan tersangka berinisial RD (29) warga Penjaringan, Jakarta Utara dengan tindak pidana pencurian telepon seluler di wilayah Muara Angke, Penjaringan Jakarta Utara. Kejadian berawal pada Kamis (22/8/2019), di dalam mess wilayah Pengasinan Muara Angke, Jakarta Utara tersangka RD memanjat mess, dan mengambil tiga unit ponsel di dalam mess melalui pintu yang tidak terkunci, merek Oppo, Vivo, dan Xiaomi, serta sebuah gitar.

“Selanjutnya korban melaporkan peristiwa tersebut, ke Polsek Kawasan Sunda Kelapa dan tersangka saat melakukan aksinya terekam kamera pengawas cctv yang dipasang di mess. Berdasarkan rekaman tersebut, Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa berhasil meringkus pelaku, dan dari pengakuan RD, barang hasil curian dijual ke penadah dua orang temannya berinisial AD dan AC (DPO) yang biasa berada di depan pertokoan Roxy Mas seharga Rp2,1 juta, dan gitarnya dibawa tersangka di sekitar waduk Pluit dan rusak karena jatuh dari sepeda motor saat dibawa,” beber Armayni.

Atas perbuatannya, tersangka RD dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Lebih lanjut Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa menerangkan, pengungkapan kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan tersangka berinisial MF (20) warga Penjaringan, Jakarta Utara.

Kejadian berawal pada Senin (2/9/2019), di wilayah Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan Jakarta utara. Tersangka MF bersama dua temannya berinisial MI dan AS (DPO) melakukan pencurian kendaraan bermotor dengan berbagi tugas bersama temannya masuk ke dalam rumah melalui pintu yang tidak terkunci dengan cara mengambil kunci kontak sepeda motor dan membawanya kabur.

“Tersangka MF berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa setelah dilakukan penyelidikan selama tujuh hari di Muara Angke, dan akhirnya berhasil diringkus pada Minggu (8/9/2019), saat tersangka mengendarai sepeda motor hasil curian tersebut. Pada saat diamankan, sepeda motor korban telah berubah warna bodi, plat dan stangnya,” ungkap Armayni.

Barang bukti yang berhasil diamankan satu unit sepeda motor Yamaha NMax merah, satu kunci sepeda motor, dan Uang tunai Rp1 juta. Atas perbuatannya, pelaku MF dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Kapolsek Kompol Armayni lebih mengutarakan pengungkapan kasus perjudian dengan tersangka berinisial M (42), J (40), dan MH (31) yang masing-masing adalah warga penjaringan, Jakarta utara.

Kejadian berawal dari informasi masyarakat bahwa adanya peredaran judi jenis pakong di wilayah Muara Angke. Berdasarkan informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa melakukan penyelidikan dalam kurun waktu satu bulan berhasil mengamankan tiga tersangka tersebut.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, berhasil diamankan barang bukti di antaranya uang tunai dengan jumlah total Rp7,5 juta dengan rincian barang bukti dari tersangka inisial M diamankan ponsel merek Oppo, uang tunai sebesar Rp3,072 juta, dan satu dompet warna hitam di dalamnya tersimpan uang tunai Rp2,9 juta yang merupakan uang omset keuntungan judi pakong, dan barang bukti yang diamankan dari tersangka inisial J di antaranya Uang tunai Rp545 ribu, satu pulpen warna biru merek Faster, dan satu lembar kertas rekapan angka pasangan judi,” tutur Armayni.

Untuk tersangka MH diamankan barang bukti di antaranya satu buku rekapan berisi pasangan angka judi pakong, satu pulpen warna coklat merek Faster, satu unit ponsel merek Evercross warna putih merah dengan simcard Indosat Mentari, dan uang tunai sebesar Rp1,050 juta.

“Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun denda paling banyak Rp25 juta,” ujar Armayni, mengakhiri pengungkapan kasus selama periode Agustus dan September. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *