KASUS

PAKAI JURUS MABUK CEGAH JENDERAL FIRLI JADI KETUA KPK

HARIANTERBIT.CO – Oknum KPK mulai pakai jurus pendekar mabuk untuk mencegah Firli jadi ketua KPK, sehingga mereka melakukan berbagai manuver politik pembunuhan karakter tanpa fakta hukum, dengan menggelar berbagai aksi dan jumpa pers.

Ind Police Watch (IPW) menilai, dari semua capim KPK hanya ada dua orang yg ditakutkan oknum KPK, dua duanya dari Polri, yakni Antam dan Firli. Antam sudah gugur dan oknum2 KPK merasa sudah menang dan mereka tinggal menghadapi Firli dgn berbagai tuduhan dan fitnah.

Ironisnya dlm jumpa persnya oknum2 KPK tsb tidak menyebutkan bukti2 tuduhan mereka secara konkrit, misalnya kapan sidang etik pernah dilakukan terhadap Firli, apa keputusan sidang etik itu, dan nomor berapa surat keputusan sidang etik itu. Sehingga IPW menilai jumpa pers oknum2 KPK itu hanya sebuah manuver politik pembunuhan karakter untuk mengganjal Firli menjadi ketua KPK.

Dari penelusuran IPW ada dua masalah yg dituduhkan oknum2 KPK terhadap Firli. Yakni pertemuan dgn TGB dan pertemuan dgn pejabat BPK. Dlm kasus ketemu dgn TGB, firli sdh menjelaskan kepada 5 pimpinan KPK bahwa TGB bertemu dgnnya di lapangan tennis. Dan hal itu juga SDH dijelaskan Firli kepada pansel. IPW juga berharap Komisi 3 menanyakan kedua hal ini kepada Firli dalam uji kepatutan capim KPK.

Sebab dalam penjelasannya kepada Pansel, Firli pernah menjelaskan bahwa dirinya bertemu TGB di lap tennis dan tdk mengadakan hubungan tapi kebetulan tgb juga datang ke lap tennis saat Firli tenis dg danrem tgl 13 mei 2018. Dan saat itupun TGB bukan tersangka atau belum statusnya tersangka.

Saat bertemu juga tdk ada pembicaraan terkait perkara divestasi newmont oleh pt DMB ( bumd prov ntb) dan pt Multicapital ( milik bumi rechourches nirwan bakri dan pt recapital milik rosan roslani). Faktanya hingga kini KPK tidak pernah memproses kasus Newmont sbg perkara korupsi.

Lalu 6 agustus 2018 dilakukan expose perkara newmont dan saat itu firli tdk ikut mengambil keputusan krn dia tdk mau terjadi konflik of interes. Hasil putusan pimpinan KPK saat itu adalah, perlu diexpose bersama BPKP dan hal itu sdh dilaksanakan, dari kpk dipimpin oleh Alex marwata. Kesimpulannya, sepakat utk dilakikan audit menyeluruh.

Namun perlu dikoordinasikan dg BPK , krn BPK pernah mengaudit pt Newmont. Selanjutnya diexpose di BPK dan dipimpin Nyoman wara dan disepakati audit menyeluruh. Tapi anehnya, sampai sekarang audit blm dilaksanakan BPK karena KPK tdk memberikan dokumen2nya kepada BPKP maupun BPK.sehingga sampai saat ini perkara Newmont dan TGB tidak jelas nasibnya, pelaksanaan auditnya apakah oleh BPK atau BPKP juga tidak jelas, karena dokumen2nya masih “disandera’ KPK.

Tgl 22 oktober Firli dimintai keterangan oleh Pengawas intelnal terkait dirinya bertemu dgn TGB di lapangan tennis. Hal ini sdh diklarifikasi oleh pimpinan kpk tgl 19 maret 2019 jam 17.00 wib di ruang rapat pimpinan dan 5 pimpinan kpk hadir.

Semua pimpinan KPK itu bicara dan tdk ada satupun pimpinan yg mengatakan bhw ada pelanggaran etik yg dilakukan Firli. Kelima pimpinan kpk hanya memberikan nasehat pada firli. Bahkan saat itu Agus Raharja memberikan penjelasan bhw Firli ke ntb sudah ijin dan tdk ada yg dilanggarnya. Saat itu semua pimpinan KPK berpendapat bahwa kss itu sdh selesai.

Fakta2 ini juga sudah di jelaskan Firli di depan pansel saat uji publik. Bahkan saat itu Firli menyampaikan bhw dirinya tdk ingin menjadi beban Pansel, jika dirinya memang dinilai tdk memenuhi syarat maka jgn diluluskan. Nyatanya Pansel meloloskannya.

Dari penelusuran IPW dalam kasus TGB, Firli tidak melanggar etik atau melanggar pasal 36 uu no 30 th 2002. Sebab itu IPW berharap komisi 3 tidak terpengaruh dgn manuver oknum2 KPK dan jangan mau disandera opini sesat yg dibangun oleh segelintir oknum KPK.

Sebab dari penelusuran IPW sesungguhnya masih sangat banyak pegawai KPK yang menanti kehadiran Firli sebagai ketua KPK di lantai 15 gedung merah putih. Sedangkan oknum yg terus menurus membully Firli hanya segelintir pegawai KPK dan tuduhan mereka bahwa Firli melanggar etik tanpa disertai bukti.

Sedangkan terkait pertemuan dengan pimpinan BPK, dari penelusuran IPW tersimpul bahwa firli menjemput wakil ketua BPK. Saat itu staf deputi penindakan, Jeklin dan Ayu tahu persis bahwa Bahrul akbar wakil ketua KPK datang ke KPK dan di ruangan Firli tidak lebih 3 menit.

Dan ruangan dlm keadaan terbuka , saat itu Firli menyuruh Ayu untuk menghubungi penyidik dan memberitahu bhw Bahrul Akbar sdh dtg. Lalu firli menjemput Bahrul akbar ke lobby bersama stafnya jeklin. Firli baru tahu belakangan bahwa bahrul akbar dipanggil oleh penyidik rizka stlh sprinya memberitahu. Saat itu rizka pun datang ke ruangan Firli.

Firli juga sudah menjelaskan hal ini kepada Pansel KPK. Kepada pansel, Firli menjelaskan ia menjemput Bahrul Akbar karena dia adalah pejabat negara, wakil ketua BPK dan ternyata dia dipanggil penyidik KPK sebagai saksi ahli. Saat di ruangan belum ada pembicaraan terkait kepentingan Bahrul dipanggil KPK.

Dalam pertemuan itu pintu ruangan terbuka sehingga staf Firli, jeklin dan ayu bisa mendengar dan melihat semua yang terjadi dalam pertemuan itu. Soal pertemuan Inipun sudah diklarifikasi oleh 5 pimpinan KPK. Saat itu pimpinan KPK menegaskan tidak ada masalah. Tapi anehnya kenapa sekarang oknum KPK mempermasalahkannya. Disini terlihat bahwa oknum KPK melakukan manuver politik dan pembunuhan karakter pada Firli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *