POLRI

TIGA DPO PEMBUNUH MAYAT DIBAKAR DI SUKABUMI DITANGKAP

HARIANTERBIT.CO – Sub Direktorat (Subdit) Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap tiga DPO yakni RS alias Rodi (36), S alias Alpat (20) dan K alias Tini (43), yang berperan turut serta dalam kasus pembunuhan ECP alias Pupung (54), dan MAP (23).

“Tiga DPO usai melakukan pembunuhan, Rodi, Alpat dan Tini pulang kampung di Lampung. Dari Lampung mereka bergerak ke OKU Selatan. Berkat bantuan Polda Lampung, DPO tersebut dapat ditangkap pada Kamis (5/9/2019),” ujar Ditreskrimum PMJ Kombes Suyudi Ario Seto, Jumat (6/9/2019).

Tini yang merupakan pembantu AK merasa kasihan, karena sang majikan terus dihantui dengan utangnya yang mencapai puluhan miliar itu. Atas dasar itulah, Tini menawarkan kapada Aulia untuk membunuh ECP. Tujuannya, agar kekayaan sang suami bisa dikuasai AK.

“Ini berawal dari curhatan AK kepada Tini, karena stres dengan utangnya milyaran. Jadi Tini tergerak hatinya untuk membantu merencanakan (pembunuhan),” ungkapnya.

AK bersama pembantunya merencanakan pembunuhan, kemudian menelpon suaminya bernama Rodi yang posisnya di Lampung. Rodi langsung berangkat bersama Alpat ke Jakarta menggunakan travel. “Mereka berangkat ke Jakarta dan tinggal di hotel di Jakarta Selatan,” terangnya.

Dari situlah ketiga pelaku bersama otak pembunuhan AK merencanakan pembunuhan terhadap suaminya. Mulai dari menyentet, menembak hingga membekap korban.

“Tini bersama Rodi dan Alpat yang mempunyai ide untuk memutuskan membakar rumah. Di tengah jalan Rodi dan Alpat, tiba-tiba berubah pikiran untuk tidak membakar,” bebernya.

“Akhirnya dia pura-pura kesurupan akhirnya kembali ke hotel di Jaksel. Jadi dia tidak ikut mengeksekusinya,” paparnya.

Diketahui, peristiwa itu berawal dari tersangka AK yang menyuruh pembunuh bayaran datang ke rumah korban yang beralamatkan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Jumat 23 Agustus 2019. Saat itu, kedua korban dihabisi nyawanya dengan diracun dengan obat tidur. Sementara sang anak dibekap hingga meninggal dunia.

Selanjutnya, KV keponakan otak pelaku AK yang mengendarai mobil nomor plat B 2983 SZH mengangkut mayat ECP dan MAP. Kemudian mobil diarahkan ke daerah Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Sedangkan AK menaiki mobil yang lain.

Kemudian AK dan KV membakar mobil beserta kedua korban. Kini KV masih dirawat di rumah sakit di Jakarta, karena diduga ikut terbakar. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *