POLRI

REGISTRASI DAN IDENTIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR, FUNGSI DAN SISTEMNYA


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

REGISTRASI dan identifikasi kendaraan bermotor (regident ranmor) merupakan suatu upaya kepolisian mendukung program road safety yang dimaknai sebagai lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.

Jaminan dan legitimasi keabsahan asal-usul dan kepemilikan kendaraan bermotor (KBM). Ini menunjukkan bahwa KBM yang dioperasionalkan di jalan raya sebagai aset yang berharga wajib teregistrasi pada kepolisian membayar pajak maupun asuransi. Karena tatkala dioperasionalkan di jalan raya dapat mendukung, menghambat, merusak, bahkan mematikan produktivitas diri kita maupun orang lain. Di sinilah perlunya sistem cek verifikasi dokumen maupun KBM agar ada data yang sinkron. Sehingga data ini ada pada bagian BPKB yang berfungsi untuk mendukung:

  1. Forensik Kepolisian. Merupakan sistem data yang mendukung penegakan hukum (gakkum). Kaitan dengan pembuktian tindak pidana pada fungsi penyidikan.
  2. Fungsi kontrol atau gakkum. Data kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan sistem on board ubit (obu), RFID, QR, pada sistem ANPR (automatic number plates recognation) bagi terdukungnya program E-TLE (electronic traffic law enforcement).
  3. Memberikan jaminan legitimasi operasional. Mengoperasionalkan kendaraan bermotor di jalan raya perlu ada legitimasinya yang terkait sistem STNK maupun TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor) yang didukung dengan sistem ANPR pada SSC (safety and security system), dan intan (intellegence traffic analysis).
  4.  Jaminan pelayanan prima kepolisian. Yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif, dan mudah diakses pada one gate system yang didukung big data system.

Kekuatan regident ranmor ada pada sistem data yang dinamakan ERI atau electronic registration and identification terkoneksi pada STNK, TNKB, dan gakkum sehingga dapat mendukung program road safety dengan adanya sistem ANPR, traffic attitude record atau TAR, dan program de merit point system, E-TLE, ERP (electronuc road pricing) atau jalan berbayar, E-parking, electronic toll colecting atau ETC, E-samsat, E-banking, dan sebagainya.

Regident ranmor yang dibangun melalui ERI menjadi pilar dalam program road safety untuk mewujudkan dan memelihara lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar, meningkatkan kualitas keselamatan, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, membangun budaya tertib berlalu lintas, dan memberikan pelayanan prima dalam one gate system. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *