PERISTIWA

HARDA DITRESKRIMUM PMJ UNGKAP APARTEMEN FIKTIF KORBAN 455 KONSUMEN

HARIANTERBIT.CO – Sub Direktorat (Subdit) 2 Harta dan Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus apartemen fiktif raup Rp30 miliar dengan 455 korban. Polisi menangkap tiga tersangka AS, KR dan PJ.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, kasus ini berawal setelah pihaknya menerima laporan dari korban atas nama Chirstina Laura Jonas. Korban Chirstina merupakan perwakilan dari 26 konsumen yang melapor, jumlah korban 455 orang.

“Para tersangka membuat brosur pemasaran ‘Ciputat Resort Apartemen’ dengan memberikan harga murah senilai Rp150 juta dan bonus hadiah menarik,” kata Gatot Eddy di Polda Metro Jaya, Kamis (22/8/2019).

Dengan adanya penawaran murah tersebut, Gatot membeberkan, para korban pun tertarik, dan melakukan pemesanan terhadap unit apartemen tersebut ke kantor pemasaran yang disediahkan oleh para tersangka itu.

“Korban sudah melakukan pembayaran baik secara bertahap maupun secara lunas, dan uang pembayaran tersebut ditransfer ke PT MMS kurang lebih Rp30 miliar,” terang Kapolda.

Sementara itu, unit yang dijanjikan tersangka terhadap korban yang akan diserahkan pada tahun 2019 itu juga, tak kunjung tiba.

Parahnya, di lokasi tanah yang dijanjikan akan membangun unit apartemen tersebut tidak ada pembangunan sama sekali. Sehingga, para korban menagih janji tersangka, serta meminta pengembalian uang milik mereka.

“Saat mendatangi kantor pemasaran PT MMS, sudah dalam keadaan kosong dan tidak kegiatan,” imbuhnya.

Sementara itu, PT MMS sebut Gatot, belum pernah melakukan permohonan izin mendirikan bangunan (IMB), ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangsel. Kendati demikian, PT MMS telah memasarkan Apartemen kepada konsumen yang berjumlahkan 455 konsumen tersebut.

“Terhadap rencana pembangunan apartemen yang dijanjikan oleh para tersangka, sampai saat ini belum memiliki IMB,” tandasnya.

Peran para tersangka AS sebagai direktur utama (periode 2016-2017) merangkap marketing pemasaran. KR sebagai direktur utama (periode 2017-2019) pembangunan apartemen. PJ pengendali tersangka AS dan KR, serta penerima uang pembayaran dan pengguna uang perusahaan.

Tak hanya mengamankan tersangka saja, sejumlah barang bukti kejahatan para tersangka itu juga diamankan polisi seperti, Kuintasi bukti transfer pembayaran DP dan angsuran dari korban, brosur Apartemen Ciputat Resort, marketing atau miniatur apartemen, banner pemasaran Apartemen Ciputat Resort.

Atas perbuatannya, tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP, dengan ancaman pidana penjara selama empat tahun. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *