RENUNGAN

ARTI MERDEKA BAGI SUATU BANGSA


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

MERDEKA bukan semata-mata bebas dari penjajahan, melainkan mampu menunjukkan kedaulatannya, ketahanannya, daya saingnya, bahkan kemampuan untuk tetap ada hidup tumbuh dan berkembang. Terlebih lagi mampu menginspirasi dunia. Merdeka bukan semata-mata mengusir penjajah dari negeri tercinta, namun juga mampu menata hidup rukun, damai, adil, dan makmur.

Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang sehat waras, yang mendapat pengakuan dan penghargaan dari bangsa-bangsa lain. Kata-kata Bung Karno mengingatkan bahwa tugas berat bangsa ini adalah menghadapi bangsanya sendiri. Amanat konstitusi dinyatakan bahwa menyatukan melindungi menyejahterakan segenap rakyat Indonesia, mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara bahkan ikut menjaga perdamaian dunia. Betapa kompleks penjabaran untuk mewujudkan bangsa yang merdeka.

Merdeka bukan basa-basi, bukan kepura-puraan, bukan tipu daya, bahkan juga bebas menjarah kekayaan bangsa, juga sama sekali menindas bangsanya. Bagi bangsa yang merdeka, kekuasaan jabatan, kewenangan, menata, dan mengisi kemerdekaan merupakan amanat dari segenap rakyat untuk mencapai tujuan nasional. Merdeka berarti juga mampu menunjukkan peradaban yang menginspirasi, mampu memberdayakan sumber-sumber daya yang ada terutama sumber daya manusia.

Sumber daya manusia adalah aset utama bangsa. Mengutip apa kata Romo Mangun Wijaya: “pada pendidikanlah tergantung masa depan bangsa”. Bangsa yang merdeka sebagai bangsa yang beradab mampu membangun dan terselenggaranya hukum sebagai kesepatakan politik maupun sosial. Peradaban ditunjukkan adanya supremasi hukum, di mana hukum menjadi panglima. Bagi bangsa yang merdeka hak asasi manusia dijamin bahkan dilindungi. Kekuasaan pada mayoritas namun perlindungan hak atas minoritas. Merdeka bukan bebas tanpa aturan melainkan ada tanggung jawab berani untuk transparan yang berarti terukur dan terkontrol oleh rakyatnya.

Merdeka bagi pemegang kekuasaan untuk menata dan memberdayakan segala sumber daya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup bagi segenap rakyat dan tumpah darah Indonesia. Kekuasaan bagi bangsa yang merdeka ada pengawasan dan pembatasan kekuasaan. Bangsa yang merdeka tidak menggantung atau tergantung bangsa lain karena memiliki kekuatan daya tahan, daya saing, bahkan kewaspadaan dan nilai tawar di ranah global, regional, nasional, bahkan tingkat lokal.

Si vis pacem para bellum pepatah Yunani mengatakan. Kalau berdamai harus siap berperang. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang berbudaya. Bangsa yang mampu menerima kebhinekaan bahkan memberdayakan sebagai untaian keindahan dan kekayaan. Merdeka itu cerdas visioner dan berpihak pada amanat rakyat. Setidaknya triple helix-nya waras di mana pemerintah akademisi dan sektor bisnisnya waras dan berani membangun sistem antikorupsi.

Bangsa yang merdeka memiliki dasar dan standar pelayanan publik prima, produknya berbasis riset/penelitian. Data mampu ditunjukkan dalam info grafis, info statistik memiliki indeks yang akurat secara ontime dan realtime. Pelayanan publiknya: cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif, dan mudah diakses. Bangsa yang merdeka bangga dan mencintai tanah air rakyat dan segenap tumpah darah. Sadumuk bathuk sanyari bumi, pecahing dodo wutahing ludiro pegating jonggo pecahing sukmo sun lakoni. Passion bangsa yang merdeka adalah bagimu negeri jiwa raga kami.

Salam merdeka
Dirgahayu Republik Indonesia Ke-74
(Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *