POLRI

CALO PENIPU CPNS KEMENDIKBUD RAUP RP5,7 MILIAR DITANGKAP

HARIANTERBIT.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya membongkar kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tersangka HB yang kerap dipanggil ‘pak bos’ di dunia malam, diduga meraup keuntungan sebesar Rp5,7 miliar dari korbannya sejak 2010.

“Jumlah korban yang tertipu sekitar 99 orang menyerahkan uang Rp70 juta-Rp100 juta, dijanjikan lolos dari seleksi CPNS,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (13/8/2029).

Untuk memuluskan aksinya, HB selalu berpenampilan rapi dan mengenakan tanda pengenal sebagai pegawai Kemendikbud dengan identitas Drs H. Ia juga melengkapi dengan dokumen Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kemenpan dan RB, dan bisa membuatkan SK penempatan CPNS.

Lokasi HB mendapatkan korban di TMII dan Graha Cijantung (tempat CPNS dikumpulkan), Gedung E Kemendikbud, lantai 6 Balai Kota DKI atau kantor BKD, dan Perum Citra Villa Jalan Arwana Pamulang (rumah HB).

“Pelaku dapat meyakinkan korban, karena mengajak ke kantor Kementerian dan BKD. Di situ bujuk rayunya membuat korban mau memberikan imbalan seperti diminta,” kata Argo yang didampingi Wadir Krimum Ade Ary, Kabag Biro SDM Kemendikbud Agam Bayu.

Uang hasil kejahatan, digunakan untuk foya foya dan nafkah hidup. “Tersangka hobi dugem di Mangga Besar. Di tempat hiburan, HB kerap dipanggil pak bos!” ucap Argo.

Sementara itu, Agam dari Kemendikbud mengimbau, masyarakat agar tidak percaya pada iming-iming yang bisa membantu meloloskan CPNS. Sebab prosedur yang ditempuh untuk proses seleksi serba online dan transparan.

“Dari awal proses seleksi harus melalui internet, semua bisa diakses online tidak ada tatap muka. Semua gratis!” ujar Agam. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *