KISRUH

Kinerja dan Ajakan Demo ke Samsat PMJ Jadi Sorotan ITW

HARIANTERBIT.CO – Munculnya ajakan demo yang menyoroti kinerja Ditlantas Polda Metro Jaya secara viral lewat whatsapps beredar di kalangan wartawan mengundang pertanyaan masyarakat. Menyoroti hal itu Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan minta Ditlantas bisa menunjukkan bahwa lembaganya bersih dari tudingan kelompok yang mengaku dari aktivis tersebut.

Untuk membuktikan semua itu mudah. Ditlantas khususnya yang bertugas di Samsat memang tak main-main dengan segala bentuk pungutan. Tapi kalau Ditlantas hanya membungkam si pendemo, akan jadi sapi perah aktivis yang menyoroti kinerja Samsat.

Artinya, korps pet putih itu, tambah Edison, bebenah ke dalam. Jangan berfikiran kalau sudah ditempatkan oleh pejabat Polri boleh semaunya melakukan praktik-praktik tak terpuji. “Kapolri sudah tegas, jangankan Kapolres kalau ada Kapolda yang neko-neko akan dicopot,” tambah Edison, Senin(5/8)

Menyikapi aktivis yang minta sejumlah pejabat di lalulintas dicopot karena tak bisa bekerja, Edison berharap pihak lalulintas harus berani melawan aktivis tersebut jika hanya fitnah. “Yang kita tanyakan tudingan aktivis itu benar atau tidak,” tandasnya.

Dua minggu lalu, beredarnya ajakan demo lewat WA yang menyoroti kinerja kepolisian secara viral perlu menjadi perhatian pimpinan Polri. Masalahnya ajakan itu sudah meresahkan, karena beredar di HP para wartawan unit Polri.

Namun ketika pada hari H yang ditentukan dalam undangan kelompok yang mengatas namakan aktivis tersebut tak menampakan diri. Kabar santer sudah dijinakkan oleh pejabat yang sering disebut korps sabuk putih.

Kalau benar langkah pimpinan korps pet putih itu hanya menjinakkan, bakal muncul ajakan ketiga dan seterusnya. Untuk itu, regiden harus menjawab dengan merubah sikap memperbaiki kinerja.

Undangan pertama mengajak demo ke Samsat Daan Mogot soal pengurusan SIM pada tgl 22 bulan Juli. Dalam ajakan tersebut meminta dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf dan Kasi SIM Kompol Fahri dicopot dari jabatannya. Alasannya, gagal memberantas Pungli dan Praktek Percaloan.

Perlu ditelisik, ketidak harmonisan aktivis dengan korps lalulintas. Apakah, selama ini lembaga tersebut tertutup atau memang tidak ada motif lain aktivis tersebut menebar undangan dengan mengungkap permainan di sektor Samsat.

Sementara itu, sejumlah wartawan di balai Polda Metro Jaya mengaku terima undangan viral dua kali dari aktivis yang berbeda pertama ajakan pada tanggal (22/7) dan pada Tgl (2/8). “Saya memang terima undangan tapi dua kali mereka tak datang,” tambah Dadang

Dadang yang dianggap sesepuh di balai menyebutkan, wartawan jangan mau dimanfaatkan oleh kelompok manapun buktinya ajakan demo yang sudah viral itu hanya hoax. “Ajakan demo itu dari minggu lalu mereka cuma mau perkeruh keadaan,” tandasnya.

Kenapa hal itu muncul disaat Kapolri Tito Karnavian akan menggerakan tim Saber Pungli di pusat maupun daerah di sektor pelayanan publik seperti sertifikat, SIM, buku, perizinan kapal, hak cipta dan paten. Bahkan, Tito juga mengancam akan menindak Kapolda dan kepolisian yang tidak menjalankan operasi memberantas Pungli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *