KASUS

JANGAN PERCAYA DENGAN UNDANGAN DEMO KE SAMSAT POLDA METRO

HARAINTERBIT.CO – Ajakan demo menyoroti kinerja kepolisian khususnya bagian lalulintas yang belakangan viral di sejumlah HP wartawan yang bertugas di Polda Metro Jaya perlu diwaspadai kebenarannya. Buktinya dua kali orang yang mengaku dari aktivis mengajak demo tapi mereka sendiri tak menampakkan batang hidungnya.

“Jangan terprovokasi ajakan demo yang menyudutkan kinerja kepolisian yang sudah membaik,” ujar Dadang Sugandi, sesepuh Balai wartawan Polda Metro Jaya yang juga menerima ajakan demo kelompok yang mengaku aktivis, Jumat(2/8)

Diingatkan pemilik media BB.CO itu wartawan jangan mau dimanfaatkan oleh kelompok manapun buktinya ajakan demo yang sudah viral itu hanya hoax. “Ajakan demo itu dari minggu lalu mereka cuma mau perkeruh keadaan,” tandasnya.

Undangan yang beradar belakangan ini, demo akan digelar Jumat-2 Agustus di Mabes Polri ternyata mereka tak menampakan diri. sebelumnya minggu lalu juga beredar ajakan sama dengan memilih tempat di Satpas SIM Jl. Daan Mogot Jakarta Barat.

Ajakan demo dengan mengatas namakan aktivis tersebut menyoroti kinerja kepolisian khususnya di wilayah penyangga Jakarta seperti Samsat kota Bekasi, Samsat kota Depok, dan Samsat kabupaten Bogor.

Koordinator lapangan dalam undangan ajakan demo tertulis Debri ketika dihubungi Kamis(1/8) lewat WA memastikan kalau pihaknya akan turun melakukan demo untuk perbaikan kinerja Polri.”Pasti turun kanda,” jawabnya.

Namun pada hari dan jam yang sudah ditentukan sejumlah wartawan yang sudah menunggu rombongan demo dengan janji akan mengerahkan mobil komando tak datang ke Mabes polri. Tapi anehnya pada hari itu Debi ketika dikonfirmasi lewat WA untuk menanyakan gagalnya demo tak mau menjawab, meski dalam WA sudah tertanda biru. Artinya korfirmasi sudah dibaca.

Minggu lalu, undangan serupa juga disebar ke HP wartawan Polda Metro Jaya. Pada undangan lalu mereka meminta Dirlantas Kombes Yusuf dan Kasi SIM kompol Fahri dicopot. Alasannya keduanya dinilai gagal memberantas Pungli dan Praktek Percaloan.

Kedua ajakan demo beruntun minggu lalu dan hari ini menuding korps lalu lintas melakukan tindakan tercela. Artinya aktivis yang mengajak demo sudah memvonis. Apakah kedua aktivis tersebut memiliki bukti? Perlunya Polri untuk melakukan klarifikasi kebenaran dan tudingannya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menegaskan akan menggerakan tim Saber Pungli di pusat maupun daerah di sektor pelayanan publik seperti sertifikat, SIM, buku, perizinan kapal, hak cipta dan paten.

Bahkan, Tito juga mengancam akan menindak Kapolda dan kepolisian yang tidak menjalankan operasi memberantas Pungli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *