BISNIS

SOAL REVITALISASI RUSUN KLENDER WARGA TAGIH JANJI PERUMNAS

HARIANTERBIT.CO – Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perum Perumnas) berencana merevitalisasi rumah susun (rusun) Klender menjadi apartemen sederhana. Namun rencana yang digagas sejak 2017 ini belum terealisasi hingga kini.

Kondisi terkini rusun terlihat semrawut dengan cat bagian luar gedung banyak yang terkelupas. Renovasi rusun menjadi apartemen sederhana tentunya harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas.

Mantan pengurus Rusun Klender M. Noor mengatakan, dari data yang ada 60 persen penghuni menyetujui rencana renovasi tersebut. Ini sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, utamanya pada Pasal 65 ayat (2) yang mensyaratkan prakarsa Peningkatan Kualitas Rumah Susun yang berasal dari pemilik harus disetujui paling sedikit 60% Anggota PPPSRS.

“Bahkan surat dari Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Klender (PPPSRS) bernomor 121/PPPSRSK/III/2019 tertanggal 15 Maret 2019 yang ditandatangani oleh Ir. Rivay R. Syam selaku ketua, sudah meminta pihak terkait untuk menindaklanjuti data-data kesediaan warga agar keluar ‘izin definitif’ dari Pemda DKI. Serta selanjutnya rencana tersebut secara terbuka diumumkan kepada seluruh warga Rusun Klender,” ujar Noor ketika dikonfirmasi, Kamis (25/7/2019).

Dalam surat tersebut, kata Noor, juga dijelaskan bahwa warga yang belum menyetujui renovasi tersebut akan dicarikan solusi terbaik. Solusi tersebut harus dapat disepakati pada saat atau sebelum pelaksanaan konstruksi.

“Wilayah yang tercakup dalam Rusun Klender tersebut adalah 30 RT dan 3 RW. Wilayah ini meliputi dua kelurahan, yakni Kelurahan Malaka Jaya dan Malaka Sari,” jelasnya.

Lebih jauh Noor dan sebagian besar warga rusun mengaku bingung dengan sikap Perum Perumnas, yang belum juga memulai proses pemugaran Rusun Klender. Apalagi sempat beredar rumor, pihak Perumnas mencoba menaikkan persyaratan persetujuan warga, dari 60 persen menjadi 90 persen.

“Sudah barang tentu ini akan memakan waktu lebih lama lagi. Sementara pemugaran Rusun Klender nampaknya sudah mendesak untuk dilakukan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Perumnas belum bisa memberikan klarifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *