TNI

CEGAH PERTIKAIAN ANTARWARGA, SATGAS PAMTAS YONIF PR 328/DGH LAKUKAN MEDIASI

HARIANTERBIT.CO – Perselisihan antarwarga yang terjadi di Kampung Koya Koso, Jayapura, Papua, membuat Personel Satuan Tugas Pengamanan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/Dirgahayu melakukan upaya perdamaian. Strategi untuk mendamaikan kedua belah pihak pun terus dilakukan.

Soal perselisihan antarwarga tersebut diakui Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/Dgh Mayor Inf Erwin Iswari SSos, MTr (Han). Menurutnya, penyebab perselisihan antarwarga tersebut kerap dipicu persoalan kecil.

“Permasalahan kadang timbul dari masalah-masalah yang kecil berlanjut dengan adu mulut hingga keributan menjadi besar sehingga Personel Pos Koya Koso melakukan mediasi,” ujar Mayor Erwin di Posko Satgas Pamtas Yonif PR 328/Dgh Papua, Sabtu (13/7/2019).

Lebih lanjut Mayor Erwin dalam siaran pers Dispenad yang diterima HARIANTERBIT.co, Minggu (14/7/2019), mengatakan, salah satu perselisihan yang berujung keributan itu pernah terjadi akibat persoalan bau yang ditimbulkan dari MCK (mandi, cuci, kakus) yang bocor. “Merasa mencium bau tidak enak beberapa tetangga memprotes, sehingga berujung dengan cekcok mulut,” jelasnya.

Untuk menghindari perselisihan yang meluas, personel Satgas pun mendamaikan pertikaian tersebut dengan mengumpulkan pihak-pihak yang bertikai. “Setelah dilakukan mediasi, warga yang terlibat pertikaian akhirnya mau berdamai. Perselisihan di Kampung Koya Koso bukan yang pertama kalinya terjadi, bahkan sering terjadi diakibatkan masalah kecil hingga menjadi besar,” tutur Mayor Erwin lagi.

Seorang tokoh masyarakat Kampung Koya Koso, Abraham, juga mengakui hal yang sama terkait keributan antarwarga tersebut. Ia pun mengucapkan terima kasih atas tindakan yang dilakukan oleh Satgas.

“Memang masyarakat sering sekali terpancing emosi, berawal dari cekcok kecil hingga jadi besar. Jadi kami terima kasih kepada Satgas yang sudah bertindak untuk mendamaikan permasalahan antar warga,” pungkasnya. (rel/arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *