KASUS

APHI SULTRA UNJUK RASA DI KEJATI, TAGIH JANJI TANGKAP DPO KASUS NIKEL KMI-VALE

HARIANTERBIT.CO – Tidak kunjung diringkus setelah ditetapkan jadi tersangka sejak tahun 2014, Aliansi Pemerhati Hukum Indonesia (APHI) Provinsi Sulawesi Tenggara lakukan berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sultra, Rabu (26/6/2019).

Dalam unjuk rasa tersebut, massa aksi dari APHI Sultra menagih janji kejaksaan yang akan melakukan penangkapan terhadap pelaku terlibat kasus nikel LGS yang sudah dijadikan tersangka.

“Segera tangkap buronan kasus nikel LGS antara PT Kolaka Mining International (KMI) dan PT Vale Indonesia Tbk,” tegas Mardiansyah, jenderal lapangan dari APHI saat hearing di Kantor Kejati Sultra.

Mardiansyah juga menjelaskan, bahwa oknum BM dan ASS sudah lama dijadikan tersangka, namun masih berkeliaran menghirup udara bebas di luar sana tanpa ada proses hukum.

“Putusan Mahkamah Agung (No 199/PID.SUS/2019-red) Saudara BM dan ASS ini dijadikan tersangka, tapi masih tenang-tenang di luar. Parahnya, kejaksaan juga sudah berjanji akan melakukan penangkapan tapi belum juga dilakukan,” ujar Mardiansyah, seperti dilansir dari siaran persnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Rabu (26/6/2019).

Usai hearing, pengunjuk rasa membeberkan jawaban Humas Kejati Sultra atas tuntutan mereka. Kata dia, BM dan ASS sudah dijadikan DPO oleh jaksa. “Kami diterima oleh Pak James, kajati. Dia katakan bahwa pelaku sudah dalam pencarian,” ucap Mardiansyah.

Selain kepada Kejaksaan Tinggi Sultra, dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Pemerhati Hukum Indonesia juga meminta kepada pihak Imigrasi untuk mencegah pelaku kasus korupsi tersebut untuk ke luar negeri. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *