TNI

MELANGGAR UU PELAYARAN, KRI CUCUT-866 TANGKAP KAPAL SPOB

HARIANTERBIT.CO – Keberadaan unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Komando Armada (Koarmada) I dalam menjaga dan menegakkan hukum di laut khususnya di perairan laut wilayah barat Indonesia terus membuahkan hasil. Kali ini KRI Cucut-866 yang berada di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I berhasil menangkap kapal SPOB yang melanggar UU Pelayaran di Perairan Selat Bangka, pada Sabtu (15/6/2019).

Seperti dilansir HARIANTERBIT.co dari siaran pers Dispenal, Minggu (16/6/2019), dijelaskan, penangkapan berawal saat KRI Cucut-866 sedang melaksanakan patroli di sekitar perairan Selat Bangka, dan telah melihat adanya kapal SPOB dengan jarak kurang lebih 1,5 mil laut dengan menggunakan teropong yang diyakinkan dengan menggunakan radar JRC.

Berdasarkan kejadian itu, perwira jaga melaporkan hal tersebut kepada Komandan KRI Cucut-866, kemudian Komandan KRI Cucut-866 memerintahkan untuk melaksanakan peran tempur bahaya permukaan dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan baik terhadap muatan, personel maupun kelengkapan surat/dokumen SPOB tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui nama kapal SPOB Sederhana Citra Gemilang 01, jenis motor tongkang, kebangsaan Indonesia, tonage 116 GT, nakhoda Eko Supriyanto, jumlah ABK tiga orang termasuk nakhoda, muatan bio solar 143 kl, dan premium 7 kl, dengan pemilik PT Sederhana Karya Musi, rute pelayaran dari Palembang tujuan Air Sugihan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kapal SPOB Sederhana Citra Gemilang 01 diduga melakukan pelanggaran, karena SPOB Sederhana Citra Gemilang 01 berlayar dari Palembang menuju Air Sugihan dengan membawa dokumen SPOGK (Surat Persetujuan Olah Gerak Kapal) yang hanya diizinkan berlayar melalui perairan pedalaman dan sungai, namun kapal tersebut berlayar melalui laut yaitu Selat Bangka, sehingga kapal tersebut diduga keras melanggar Pasal 18 Ayat (6) UU RI Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pelayaran yang menyebutkan, bahwa kegiatan angkutan sungai dan danau dilarang dilakukan di laut kecuali mendapat izin dari syahbandar dengan tetap memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal.

Selain itu, tidak memiliki dokumen SPB (Surat Persetujuan Berlayar) yang menjadi keharusan kapal berlayar diluar DLKP (Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan) melanggar pasal 323 ayat (1) jo Pasal 219 Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pelayaran yang menyatakan, bahwa nakhoda yang berlayar tanpa memiliki Surat Persetujuan Berlayar yang dikeluarkan oleh syahbandar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219 Ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun, dan denda paling banyak Rp600 juta.

Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka Komandan KRI Cucut-866 Mayor Laut (P) Heru Trimanto SH, ST memerintahkan agar SPOB Sederhana Citra Gemilang 01 di adhoc menuju ke Posal Muntok Babel untuk diserahkan kepada Danlanal Bangka Belitung guna penyelesaian perkara lebih lanjut.

Selanjutnya pada Sabtu (15/6/2019) pukul 11.00 WIB, bertempat di Dermaga Peltim Muntok Bangka Belitung, Komandan KRI Cucut-866 melaksanakan serah terima kapal tangkapan tersebut kepada Komandan Lanal Bangka Belitung yang diwakilkan oleh Posal Muntok berupa satu bundel berkas perkara SPOB Sederhana Citra Gemilang 01, dokumen kapal dan dokumen personel, muatan kapal berupa bio solar 143 kl, dan premium 7 kl, tiga orang ABK untuk selanjutnya diproses hukum di Lanal Bangka Belitung. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *