DAERAH

Tragedi supir tembak salah siapa?

Kejadian kecelakaan angkutan umum barang ataupun orang seringkali akibat pengemudi yang menyerahkan kemudinya kepada kernet atau orang lain yg tanpa kompetensi mengemudi. Faktor sebagai alasan pembenar dilepas tangan oleh pengusaha seolah masalah pengemudi semata.

Kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Sabtu Tgl 01 Juni 2019, Bus SINDORO SATRIAMAS No Pol. H 1732 FG di Jl. Tol Sragen-Solo Km 525.200 Jalur B. Kronologi kejadian : semula Bus SINDORO SATRIAMAS No Pol. H 1732 FG berjalan dari timur ke barat.

Setelah mendekati tempat kejadian Pengemudi Bus SINDORO SATRIAMAS No Pol. H 1732 FG mengantuk, berjalan ke kiri keluar lajur dan terguling. Dari hasil investigasi penyidik kepolisian diketahui bahwa kernet bus sindoro satriamas yang mengemudikan menggantikan pengemudi yang sebenarnya.

Kejadian diatas sebagai satu contoh keajdian supir tembak yang membayakan keselamatan dirinya maupun pengguna jalan lainnya karena dapat tanpa kompetensi yang memadai. Tentu bukan tanggung jawab pengemudi semata namun juga bagi pengusahanya.

Beberapa hal yang wajib diketahui dan ditaati bagi para pengusaha angkutan umum sbb :

1. Memiliki sistem manajemen angkutan umum yg memenuhi standar2 keselamatan yang memdukung program road safety.
2. Merekrut mentraining SDM (sumber daya manusia) baik sebagai petugas administrasi, pengawas lapangan, pemgemudi maupun mekanik atau bengkel yg memiliki standar untuk keselamatan
3. Memiliki SOP dan mengimplementasikannya dengan baik dan benar
4. Pihak korporasi sampai sejauh mana peduli terhadap keselamatan untuk melihat dan menetapkan pertanggungjawaban atas masalah-2 yang ditimbulkan angkutan umum miliknya. Dari administrasi pemenuhan kewajiban pajak asuransi perawatan dan sistem operasionalnya.
5. Kualitas pengemudi agar menjadi perhatian utama dan tidak lagi terabaikan dengan berbagai pembenaran.
6. Kualitas kendaraan dari body transmisi ban mesin yang layak operasional.
7. Daya muat kendaraan ada standar maksimal dan ada sanksi bila dilanggar.
8. Sistem pengawasan dan standar tindakan bila ada penyimpangan dr SOP.
9. Penerapan etika bisnis agar usaha yg dilakukan tetap memgutamakan keselamatan kemanusiaan ikut merawat fasilitas umum dan infra struktur pendukung lainnya.

Setidaknya hal di atas dipahami dan diimplementasikan dalam operasional angkutan umumnya. Tdk ada anak buah yg salah.
Tatkala kesempatan melanggar peluang2 menyimpang begt besar maka secara adminstrasi secara hukum secara fungsional dan secara moral pengusaha ikut bertanggung jawab.
Masalah ini bukan masalah benar dan salah bukan sbg wahana debat kusir melainkan sebagai bagian dari kita semua peka peduli dan bertngg jawab atas road safety dan implementasinya. -CDL

Stop pelanggaran
Stop kecelakaan
Keselamatan untuk kemanusiaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *