POLRI

DIDUGA LAHAN SENGKETA DI JAGA PREMAN BERSERAGAM

HARIANTERBIT.CO – Pengacara Song, kuasa hukum Tony Setiawan Thian melaporkan anggota Satuan Brimob, Polda Metro Jaya ke Bidang Profesi dan Pengamanan Bidang (Propam) Polda Metro Jaya, karena diduga menyalahgunakan wewenang atas perintah oknum telah menguasai tanah seluas 410 meter persegi yang berlokasi di Jalan Raya Jatinegara Barat Nomor 129 RT0010/03, Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

“Tindakan anggora Brimob itu sudah kami laporkan ke Bidpropam dengan Nomor Laporan Pengaduan Propam SPSP2/1385/V/ 2019/ Bagyandu tertanggal 27 Mei 2019 lalu. Namun, menunggu tindak lanjut selama 14 hari kerja,” kata Song kepada wartawan, Kamis (30/5/2019) malam.

Menurut Song, klienya sempat menanyakan maksud kedatangan anggota Brimob yang membawa senjata. Namun, anggota Brimob itu tidak dapat menunjukan bukti surat pengaman lahan dari pihak Pengadilan Negeri, Jakarta Timur.

“Kalau saya boleh sebut mereka ini sebagai preman berseragam, karena lahan inikan masih berstatus quo. Jadi belum ada putusan resmi dari PN,” jelasnya.

Song menambahkan, sesuai aturan yang berhak memutuskan perkara adalah pihak pengadilan, dengan mengeluarkan putusan.

“Biasanya yang memutuskan perkara itu pihak pengadilan, setelah adanya putusan tetap lalu melakukan eksekusi lahan dengan meminta bantuan pengaman dari pihak polres, kalau masih kurang ke polda,” ungkapnya.

Song mengatakan, kliennya sempat diminta mengosongkan lahan oleh anggora Brimob.

“Klien kami diminta agar lahan dikosongkan. Padahal, ditempat bengkel klein kami ada mobil provos yang lagi di servis dan anggota Brimob mempertanyakan mobil provos tersebut. Kata klien kami sudah ada perjanjian untuk perbaikan mobil,” tambahnya,

Atas penguasaan lahan itu, Song melanjutkan, pihaknya melaporkan pihak Jona Isabella dkk selaku pihak yang berperkara ke SPK Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/3323/V/ 2019/ PMJ/Ditreskrimum tertanggal 29 Mei 2019.

“Kami juga melaporkan Jona Isabella ke Polda Metro Jaya,” terangnya.

Menurut Song, kasus tersebut bermula ketika sekitar tahun 1997 silam dilahan itu berdiri PT Bank Modern, karena saat itu terjadi krisis moneter PT Bank Modern diambil alih oleh BLBI, yang berujung dengan aksi kerusuhan yang melanda Jakarta pada tahun 1998.

“Dikarenakan lahan itu bersebelakan dengan bengkel milik Tony Setiawan Thian yang juga sebagai pengurus RW 03, yang dibantu oleh warga sekitar mengamankan lahan hingga terhindar dari amuk massa,” terangnya.

Song mengatakan, sejak dikelolah oleh Tony Setiawan Thian lahan kosong itu sering dimanfaatkan oleh warga untuk mengungsi banjir besar yang terjadi pada tahun 2007.

“Di lahan itu juga digunakan warga untuk kegiatan Pilkada DKI Jakarta,” ungkapnya.

Namun, Song menegaskan, permasalahan baru muncu lahan yang hanya berstatus HGB itu diklaim sebagai milik PT Inti Putra Modern. Padahal, Tony Setiawan Thian hanya diberikan mandat untuk mengelola dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

“Kami langsung melakukan pengecekan ke BPN Jakarta Timur dan disebutkan kalau tanah itu berstatus tanah negara. Kami kemudian mendaftarkan gugatan pada 18 September 2018 masih berjalan dipersidangan. Namun, pada tanggal 27 Mei 2019 muncul anggota Brimob yang diduga suruhan dari PT Inti Putra Modern,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *