KOMUNITAS

MAHASISWA PENGAWAL DEMOKRASI DUKUNG KPU DAN TOLAK GERAKAN ‘PEOPLE POWER’

HARIANTERBIT.CO – Pesta demokrasi terbesar di Tanah Air sudah selesai, serta berjalan lancar, aman, tertib dan damai. Tentu ini merupakan suatu prestasi yang patut dibanggakan, terlepas dari berbagai insiden serta sedikit halangan yang muncul dalam perhelatan pesta demokrasi ini, itu merupakan suatu hal yang wajar, dan dapat dimaklumi secara nalar akal sehat.

Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan Mahasiswa Pengawal Demokrasi Wiryawan mengatakan, belakangan ini muncul berbagai isu yang digaungkan oleh sekelompok orang atau individu untuk memecah belah bangsa dan negara ini yakni di antaranya isu ‘people power’. Isu tersebut merupakan isu yang sangat digaungkan akhir-akhir ini.

“Gerakan yang mengatasnamakan rakyat tetapi tidak demikian adanya, rakyat hari ini masih lebih banyak yang menginginkan Indonesia damai dan maju ke depannya dibandingkan dengan harus melakukan ‘people power’ yang tentu tidak ada manfaatnya bagi bangsa dan negara,” kata Wiryawan, saat berorasi di depan Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Terkhusus kami, lanjutnya, kaum intelektual dan terdidik seperti mahasiswa tidak akan sudi dan rela untuk melakukan gerakan ‘people power’, karena dari banyak aspek dan sisi yang sudah kami kaji hari ini, kami belum menemukan musuh bersama seperti pada 1964 dan 1998.

“Kondisi hari ini kami rasa masih cukup baik, bahkan kondisi negara bisa maju dengan cepat dalam waktu dekat ini, jika kita bersatu dan kompak dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan bangsa,” kata Wiryawan dalam keterangan tertulisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Senin (13/5/2019).

Kemudian, sambungnya, muncul juga isu untuk mendelegitimasi hasil pemilu yang kami rasa itu sangatlah tidak perlu. KPU hari ini didiskreditkan oleh sekelompok orang, tapi KPU tidak perlu khawatir bangsa Indonesia masih percaya terhadap Anda terutama kaum mahasiswa.

Lebih lanjut dikatakan, hal inilah yang membuat kami dari Gerakan Mahasiswa Pengawal Demokrasi memberikan dukungan terhadap KPU. Adapun dukungan dan tuntutan kami sebagai berikut:

  1. Mahsiswa menolak gerakan ‘people power.
  2. Mendukung KPU sepenuhnya, semasih bekerja sesuai dengan aturan dan koridor hukum yang berlaku.
  3. KPU tidak perlu takut dalam melaksanakan tugasnya semasih bekerja sesuai aturan yang ada.
  4. Menolak munculnya wacana mendelegitimasi hasil pemilu. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *