KASUS

DIANIAYA SEORANG PROFESOR, DENY LAPOR POLISI

HARIANTERBIT.CO – Usai diperiksa di Polres Jakarta Pusat, Deny Saleh yang mengaku dianiaya Ketua Lembaga Nasional Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (LN-PKRI) Prof DR Irwannur Latubual MM, MH, PhD mengungkapkan, akibat penganiayaan ia menjadi trauma. Penganiayaan itu sendiri terjadi Senin (29/4) di Kantor LN-PKRI yang juga Kantor APCRI di lantai 12 Menara Era di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Selanjutnya dilaporkan ke polisi pada Kamis (2/5) lalu.

Deny Saleh, korban pemukulan melapor akibat penamparan dan makian yang dilakukan oleh Irwannur menyebabkan memar pada bagian wajahnya pada Senin (29/4) di Kantor LN-PKRI yang juga kantor APCRI di lantai 12 Menara Era di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Pada Senin (6/6), Deny Saleh dimintai keterangan oleh penyidik Polres Jakarta Pusat sebagai saksi pelapor. Selain memeriksa Deny, penyidik juga memeriksa dua saksi lain yang menyaksikan pemukulan tersebut.

Ditemui usai diperiksa di Polres Jakarta Pusat, Deny megaku hingga kini masih trauma menerima kekerasan tersebut. Dia pun tak menyangka Irwannur yang berpendidikan tinggi bisa melakukan perbuatan pidana tersebut.

“Benar tadi BAP setelah laporan saya diterima dan teregistrasi LP No 782/K/V/2019/RESTRO JAKPUS,” kata Deny Saleh.”Tapi sayangnya tercatat sebagai penganiayaan ringan dan atau penghinaan ringan,” tambah Deny.

Menurut Deny, pemukulan bermula dia dan terlapor awalnya sama-sama berjalan di dalam kantor. ”Saya menyapa dengan sopan akan tetapi Pak Irwannur menanyakan kenapa saya minta data dari anak buahnya, lalu marah-marah dan menampar saya,” ujar Deny.

Padahal saat itu, kata Deny, dia sudah tanya data yang mana, tapi Prof terus saja membabi buta dengan menyerangnya menggunakan tangan kiri. Profesor juga mengumpat, ”Dasar anjing, urus saja pekerjaanmu”.

“Saya menjadi bingung dan shock  untungnya ada keamanan Pak Ketum yang melerai,” ujar Deny.

Deny menduga data yang dimaksud adalah data laporan harian yang sebelum dia masuk kerja di APCRI dan berharap kasusnya dapat diproses demi keadilan.

Dalam rekaman cctv yang diperlihatkan terlihat profesor beberapa kali menampar Deny mengenai bahu dan wajah korban. (***)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *