NASIONAL

AHY BERTEMU JOKOWI, SAMPAIKAN SALAM HORMAT SBY

HARIANTERBIT.CO – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/5/2019). Jokowi-AHY menggelar pertemuan tertutup selama kurang lebih 20 menit.

AHY masuk ruang kerja Presiden di Istana Merdeka pada pukul 16.17 WIB dan langsung melakukan pertemuan tertutup dengan Jokowi hingga pukul 16.45 WIB. Setelah menemui Presiden, AHY mengaku kedatangannya untuk memenuhi undangan Jokowi. Selain itu, AHY membawa amanah dari sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyampaikan salam kepada Jokowi.

“Saya menyampaikan salam hormat dari Pak SBY dan Bu Ani. Karena, tadi pagi saya sempat berkomunikasi yang intinya adalah sampaikan salam hormat kepada Bapak Presiden,” ujar AHY di Istana Merdeka, Kamis (2/5/2019) sore.

Selain menyampaikan salam dari Ketua Umum Partai Demokrat tersebut, AHY juga mengaku kedatangannya untuk menegaskan posisi Demokrat yang ingin bersama-sama melihat bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Yaitu, dengan terus ikut menyumbangkan pemikiran dan gagasan.

“Kita juga harus terus bisa menyumbangkan pemikiran gagasan, karena tentunya sebagai semangat dari demokrasi dan mewujudkan Indonesia semakin baik ke depan. Kita terus bertukar pikiran dan saling memberikan masukan yang baik,” kata AHY.

AHY mengelak pertemuannya dengan Jokowi selalu berkaitan dengan komunikasi politik pragmatis. Ia kembali menegaskan posisinya untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik. AHY dan Jokowi bersepakat agar tak bersikap berlebihan terhadap hasil penghitungan sementara Pilpres 2019 ini. Kendati demikian, AHY berpendapat, perbedaan pendapat dalam berpolitik merupakan hal yang wajar.

“Kita ingin tentunya menghindari terlalu berlebihan, tentu tidak mungkin dihilangkan sama sekali. Karena, namanya politik, namanya Pemilu, pasti akan terus ada perbedaan pendapat, perbedaan persepsi, dan lain sebagainya,” paparnya.

Selain itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai pertemuan antara perwakilan Partai Demokrat dan Presiden Jokowi merupakan hal yang lumrah di ranah politik. Menurut dia, politik juga menyuguhkan upaya jalan keluar dari permasalahan bangsa sehingga antarpihak ikut saling mendengarkan.

“Dalam politik itu kalau mau mencari jalan keluar, tidak ada yang dominan. Jadi, saling mendengarkan, saling mempertimbangkan bisa akhirnya saling bersepakat, ya,” ucap Moeldoko.

Disinggung terkait koalisi baru, Moeldoko pun memandang semakin banyak partai yang mendukung, maka semakin menguntungkan pemerintah. “Karena, pemerintahan yang efektif ya sebanyak mungkin teman dan sebanyak mungkin koalisi yang semakin kuat. Jadi, politik itu dinamis,” tutur Moeldoko.

Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) menilai tidak menutup kemungkinan bergabungnya Demokrat ke dalam koalisi mereka setelah pertemuan AHY-Jokowi.

Wakil Ketua TKN KIK Abdul Kadir Karding mengatakan, masuknya Demokrat akan membuka peluang partai berlambang bintang mercy tersebut dilibatkan dalam pemerintahan Presiden Jokowi jika kembali terpilih dalam Pemilu 2019 ini.

Namun, hal tersebut sangat bergantung pada hasil pembicaraan Jokowi dan Demokrat. “Tergantung pembicaraan Pak Jokowi dengan Demokrat. Lihat nanti saja hasilnya,” terang Karding.

Menurut Karding, sejak awal SBY telah menunjukkan komitmen dan semangat yang sama dengan TKN.

Meski bersaing, dia mengatakan, Demokrat dinilai tetap mampu menjaga nilai-nilai universal dalam berbangsa, seperti mengedepankan semangat inklusif dan tidak berpikir sempit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *