NASIONAL

BPPT GELAR KTN 2019 DUKUNG AKSELERASI PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN PEMERINTAH

HARIANTERBIT.CO – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2019. Penyelenggaraan KTN yang dibuka pada Rabu (20/3/2019), di Auditorium Gedung II BPPT Jakarta, kali ini mengambil tema “Penguatan SDM Iptek sebagai Penghela Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Maju dan Mandiri”. Topik KTN 2019 ini difokuskan pada bidang teknologi kebencanaan, sistem pemerintah berbasis elektronik, perkeretaapian, serta inkubasi bisnis teknologi.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, ke empat tema besar ini ditujukan agar sesuai dengan isu aktual, juga mendukung akselerasi program prioritas pembangunan pemerintah. Kongres Teknologi Nasional (KTN) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh BPPT.

“KTN selain sebagai media penyampaian hasil-hasil inovasi dan layanan teknologi yang telah dicapai juga sebagai media komunikasi intensif antara stakeholder, ruang mediasi antara perekayasa dengan dunia industri serta wujud pertanggungjawaban pada publik terhadap kinerja BPPT, lembaga riset, perguruan tinggi, dan industri,” kata Hammam Riza, dalam rilis BPPT yang diterima HARIANTERBIT.co, Kamis (21/3/2019).

Penyelenggaraan KTN 2019 ini, lanjutnya, sangat istimewa karena dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia yang sekaligus memberikan presidential lecture terkait perkembangan iptek di Indonesia, dan pengembangan SDM iptek dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional.

“Terkait upaya percepatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) perlu dilakukan penguatan infrastruktur SPBE yang terintegrasi dengan mengutamakan prinsip keamanan, interoperabilitas dan cost effective serta menggunakan teknokogi terkini antara lain teknologi komputasi awan (cloud computing),” ungkapnya.

Efisien dan Ramah Lingkungan
Hammam menjelaskan, cara ini merupakan solusi yang efisien dan ramah lingkungan. Untuk itu BPPT telah ditugaskan dan siap mengembangkan serta mengelola salah satu pusat nasional, tentunya dengan disertai peningkatan kapasitas SDM yang mumpuni.

“Selain itu untuk meningkatkan efisiensi dalam membangun aplikasi SPBE dan untuk memudahkan integrasi proses bisnis pemerintah, BPPT siap mendukung upaya untuk mempercepat penggunaan aplikasi berbagi pakai,” ujarnya.

Ditambahkan, agar tidak terjebak sebagai negara berpenghasilan menengah (middle, income, trap), Indonesia harus mampu mentransformasi perekonomiannya dari yang berbasis komoditas menjadi berbasis inovasi. Untuk itu hilirisasi riset perlu terus ditingkatkan baik melalui pemberian lisensi kepada yang sudah ada maupun melalui penumbuh kembangan perusahaan pemula berbasis teknologi.

“Karenanya, Kawasan Sains dan Teknologi (Science and Techno Park) sebagai wahana bertemunya para penghasil teknologi dan pengguna teknologi, perlu terus dikembangkan di Indonesia sebagai inisiatif strategis menuju perekonomian berbasis inovasi (innovation driven economy),” kata Hammam.

BPPT telah membangun bersama mitra kawasan Techno Park di antaranya di Cimahi Jawa Barat, Bantaeng Sulawesi Selatan, Perkalongan Jawa Tengah.

Sebagai informasi, untuk mendapat masukan dan wawasan yang lebih luas, dalam KTN 2019 ini juga akan menghadirkan para pembicara kunci di antaranya, Menristek-Dikti, Menpar, Menhub, Menteri PAN-RB, Mendes PDTT, Kepala BNPB, CEO Bukalapak, Dirut PT Inka, dan para pakar utama lainnya.

Hasil KTN 2019 ini pun diharapkan bisa menjadi bahan masukan kebijakan teknologi kepada pemerintah dalam penyusunan rancangan teknokratis RPJMN IV, khususnya dalam kebijakan teknologi nasional bidang kebencanaan, transportasi perkeretaapian, sistem informasi (Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik/SPBE), dan technopreneur. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *